Bidikutama.com – Aktivitas sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Cikande, Kabupaten Serang, dihentikan sementara oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) setelah Amerika Serikat menolak produk udang asal Indonesia akibat dugaan kontaminasi. Pengumuman resmi disampaikan pada Kamis (11/9) sebagai respons atas adanya indikasi radiasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Rabu (17/9)
Dikutip dari Antaranews.com, Deputi Penegakan Hukum KLH/BPLH, Irjen Pol Rizal Irawan, mengkonfirmasi indikasi fasilitas pengemasan udang PT Bahari Makmur Sejati (BMS), lalu ditelusuri hingga pabrik logam PT Peter Metal Teknologi (PMT) yang diduga terkait PT NAC.
Meski beberapa titik telah menjalani dekontaminasi, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan KLH bersama BAPETEN, BRIN, dan Gegana. Rizal juga menyampaikan bahwa hasil uji sementara menunjukkan adanya kandungan cesium pada salah satu alat produksi, sehingga PT NAC dijadwalkan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menteri KLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bila terbukti melanggar, perusahaan akan diproses sesuai UU No. 32 Tahun 2009. Pemerintah juga memastikan investigasi menyeluruh demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kasus ini menjadi peringatan bagi industri agar mengutamakan tanggung jawab sosial serta kepatuhan terhadap standar keselamatan lingkungan.
Sementara itu, Dilansir dari BantenNews.co.id, Pakar Metalurgi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Agus Pramono, menegaskan bahwa paparan zat radioaktif tidak serta-merta membahayakan lingkungan, selama itu masih berada dibawah ambang batas kritis.
“Radioaktif itu bisa menyebar lewat udara. Jika partikelnya besar, memang berpotensi eksplosif. Tapi dalam jumlah kecil, efeknya relatif aman bagi lingkungan,” jelasnya.
Agus juga menyangkal anggapan yang beredar di publik bahwa Cesium-137 dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan, seperti yang dituduhkan terkait paparan radioaktif pada udang di kawasan Modern Industri, Cikande, Kabupaten Serang. Ia menjelaskan bahwa secara teori hal tersebut hampir mustahil terjadi, mengingat Cesium-137 berbentuk serbuk atau gas dan sangat sulit berdifusi dengan bahan alami seperti daging udang.
Ia juga menekankan pentingnya kalibrasi alat ukur dalam memastikan validitas data paparan radiasi di sekitar wilayah terdampak dan pada sejumlah objek yang teridentifikasi terpapar. Meskipun demikian, Agus mengingatkan bahwa dampak radiasi tidak bisa hanya dilihat dari paparan sesaat, tetapi juga harus mempertimbangkan potensi bahayanya bagi tubuh dan lingkungan dalam jangka panjang.
Penulis : Bryan P/BU
Editor : Nadira/BU









