Bidikutama.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tengah menghadapi kontroversi terkait ketidakseimbangan kepengurusan antara tiga jurusan di FISIP. Open recruitment yang dilaksanakan pada 13-15 Maret lalu, namun perwakilan dari Prodi Ilmu Komunikasi sangat minim, hal ini memunculkan banyak pertanyaan di kalangan mahasiswa. (28/3)
Ketua BEM FISIP, Aji Sahyudi, mengatakan bahwa hal ini bukan hanya terjadi di tahun ini saja akan tetapi sudah terjadi 2 tahun bahwa mahasiswa dari Ilmu Komunikasi memiliki minat yang kurang untuk mengikuti organisasi eksekutif ini melihat dari ketidak antusiasan para mahasiswa ilmu komunikasi dalam mengikuti LK 2.
“Memang minim ketika mereka masuk HMJ pun, mereka secara otomatis berpeluang masuk, kecuali yang memang lebih banyak yang ikut LK 1 yang masuk HIMA nya sedikit, berarti masih ada tuh peluang beberapa orang misalkan yang tidak berkesempatan ke hima, dan mereka memang yang melanjutkan ke LK 2 sedangkan untuk melanjutkan LK 2 syaratnya harus mengikuti LK 1. Dari situ aja kan sudah kelihatan berarti sudah bisa di prediksi, bahwasanya sudah 2 tahun ini dari ikom minim lah untuk ikut ke ormawa eksekutif,” ungkap aji.
Aji juga mengatakan bahwa faktor lain selain itu juga disebabkan karena mahasiswa Ilmu Komunikasi memiliki relasi yang lebih luas di bidangnya untuk mengikuti organisasi-organisasi ataupun ukm yang berkesinambungan dengan jurusannya.
“Faktor lain juga karna memang banyak opsi organisasi lain lah untuk ikom, kan banyak komunitas serta ukm-ukm yang memang se linear dengan keilmuan nya lah misalkan Jurnalistik, UTV, dan Radio itu kan selinear kan, jadi mereka punya banyak opsi untuk berproses. dan kita juga tidak bisa memaksa mereka,” ujar aji.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Yayang Aprilia, menjelaskan bahwa terkait Open Recruitment calon pengurus dan staff muda BEM FISIP sudah jelas secara runtut yang diposting melalui akun Instagram @bemfisipuntirta serta penyebaran melalui grup WhatsApp.
“Menurut saya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi yang sudah mengikuti kegiatan LK, dari peredaran informasi mengenai masuk BEM sudah cukup merata karena di sosial media khususnya Instagram sudah lengkap. Bukan cuman itu, dari grup WhatsApp juga penyebaran nya sudah sama jadi tidak mungkin ada mahasiswa yang tidak tahu akan pendaftaran BEM tersebut”. jelas Yayang.
Yayang juga menjelaskan dirinya tidak memiliki ketertarikan untuk mengikuti kegiatan BEM.
“Kalo menurut saya kegiatan BEM yang kurang dipahami, dan ajakan kakak tingkat atau mentor yang hanya sekedar mengajak tanpa menjelaskan secara detail organisasi ini. Sehingga kurangnya ketertarikan kita mengikuti kegiatan BEM tersebut,” jelas Yayang.
Muhammad Komarudin, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, juga memberikan alasan mengapa dirinya tidak mengikuti kegiatan BEM, karena kurangnya minat untuk mengikuti organisasi eksekutif ini.
“Saya sendiri alasan tidak berminat ke BEM FISIP karena tidak yakin untuk membagi waktu, karena saat ini waktu luang kuliah saya diisi dengan bekerja freelance. Untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi yang lain saya kurang tahu, mungkin ada alasan yang sama,” tutur Komarudin.
Menurut pandangan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang lain, Herlina Arsita, dirinya menyebutkan kurang ketertarikan mengikuti organisasi internal karena melihat bahwa keuntungan yang didapat jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bergabung dalam organisasi di luar kampus.
“Karena kurang tertarik dengan organisasi internal kampus seperti BEM, mungkin karena melihat bahwa keuntungan yang didapat jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bergabung dalam organisasi di luar kampus. Saya juga merasakan hal yang sama. Selain itu, perubahan dalam kualitas atau manajemen organisasi, kalau setiap rapat ataupun melakukan event acara itu sering sekali molor waktu dan tidak sesuai dengan seharusnya,” jelas Arsita.
Repoter : Salma, Ragil/BU
Penulis : Khoirunnisa, Natasya/BU
Editor : Alvina/BU










