• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Kamis, 23 April 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Berita Mahasiswa

Pameran Tunggal Diberedel Galeri Nasional, Yos Suprapto: Lagi-lagi Budaya

21 Des. 2024
pada Berita Mahasiswa
0
Pameran Tunggal Diberedel Galeri Nasional, Yos Suprapto: Lagi-lagi Budaya

Sumber: X @mwijayakusuma

128
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com — Menjelang pembukaan, pameran tunggal lukisan karya Yos Suprapto mendadak dibatalkan oleh Galeri Nasional Indonesia pada Kamis (19/12). Sabtu (21/12)

Dilansir dari IDN Times, pameran yang telah direncanakan selama setahun ini sudah mendapat persetujuan sejak 2023. Yos Suprapto menyatakan bahwa penundaan pertama terjadi pada Januari 2024, kemudian pada 3 Desember 2024, dan terakhir pada 19 Desember 2024, di mana beberapa menit sebelum pembukaan pada Kamis malam (19/12), pintu kaca Gedung A Galeri Nasional digembok dan lampu dimatikan meskipun banyak pengunjung telah hadir.

Pameran bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” ini awalnya dijadwalkan berlangsung dari 20 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025. Namun, kurator meminta lima lukisan diturunkan karena dianggap tidak relevan dengan tema pameran, meskipun Yos menyatakan bahwa kurator telah melihat dua dari lima lukisan tersebut di kediamannya sebelumnya. Dikutip dari Tempo.com, Yos menduga pembatalan ini terjadi karena lima lukisan tersebut terkait dengan seorang tokoh di Indonesia.

Sang kurator, Suwarno Wisetrotomo menyatakan bahwa dua dari lima karya tersebut terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan tema pameran.

“Dua karya tersebut ‘terdengar’ seperti makian semata, terlalu vulgar, sehingga kehilangan metafora, yang merupakan salah satu kekuatan seni dalam menyampaikan perspektifnya,” ujar Suwarno.

Sementara itu, Yos dalam wawancara IDN Times, berpendapat bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kebijakan kekuasaan. Ia juga menjelaskan bahwa tiga dari lima lukisan tersebut menggambarkan: seorang petani yang memberi makan orang kaya, petani yang memberi makan anjing-anjing, dan petani yang membawa sapi ke istana.

“Dia lupa bahwa ketahanan pangan tidak bisa lepas dari kebijakan kekuasaan, bahwa sebetulnya kekuasaan itu didukung oleh rakyat yang diinjaknya,” ungkap Yos.

Penurunan lima lukisan ini ditolak oleh Yos Suprapto, Yos memilih membatalkan pameran sepenuhnya dan membawa seluruh karyanya kembali ke Yogyakarta. Ia menyatakan bahwa peristiwa ini menggambarkan esensi dari lukisannya: rakyat yang terinjak oleh kekuasaan.

“Ini buat saya, lagi-lagi budaya kekuasaan yang tadi saya gambarkan sebagai seorang raja yang menginjak kepala rakyat itu, punggung rakyatnya,” tambahnya.

Melalui akun Instagram resmi @galerinasional, Galeri Nasional Indonesia mengumumkan bahwa pameran tersebut ditunda karena alasan teknis. Penanggung jawab Galeri Nasional Indonesia, Jarot Mahendra, menjelaskan kepada Tim Tempo bahwa mediasi telah dilakukan, namun gagal mencapai kesepakatan, sehingga kurator memutuskan untuk mengundurkan diri dan Galeri Nasional memutuskan untuk menunda acara sambil berupaya mempertemukan seniman dan kurator.

Budayawan Eros Djarot menyayangkan pembatalan ini dan menilai tindakan kurator sebagai bentuk ketakutan yang berlebihan.

“Saya rasa itu ekspresi kurator yang takut secara berlebihan,” ujar Eros.

 

Penulis : Annisa/BU
Editor : Putri Nur/BU

Tag: Berita Mahasiswaberita untirtabudayaGaleri nasionalPameran tunggal diberedelYos suprapto
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Administrasi Berbelit, Dana Kemahasiswaan Tak Kunjung Cair

Pos Selanjutnya

Pemira FKIK Untirta 2024 Lebih Meriah dengan Grand Desain dan Kampanye

BERITA TERKAIT

Dua Tahun “Hits and Green” Untirta, Begini Tanggapan Mahasiswa

Dua Tahun “Hits and Green” Untirta, Begini Tanggapan Mahasiswa

22 Apr. 2026
30
Gelar Mimbar Bebas, BEM KBM Soroti Isu Nasional

Gelar Mimbar Bebas, BEM KBM Soroti Isu Nasional

19 Apr. 2026
21
Pos Selanjutnya
Pemira FKIK Untirta 2024 Lebih Meriah dengan Grand Desain dan Kampanye

Pemira FKIK Untirta 2024 Lebih Meriah dengan Grand Desain dan Kampanye

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Memandang Polemik Taliban-Afghanistan Melalui Hukum Internasional

Memandang Polemik Taliban-Afghanistan Melalui Hukum Internasional

27 Agu. 2021
192
5 Aplikasi-Situs Freelance Cocok Untuk Mahasiswa

5 Aplikasi-Situs Freelance Cocok Untuk Mahasiswa

9 Jan. 2022
328

Berita Populer

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.8k
DPM FEB Untirta Tegaskan Pelaku Pelecehan Bukan Anggota Aktif

DPM FEB Untirta Tegaskan Pelaku Pelecehan Bukan Anggota Aktif

1 Apr. 2026
243
Untirta Resmi Tetapkan DO Pelaku KS Terduga Mahasiswa FEB

Untirta Resmi Tetapkan DO Pelaku KS Terduga Mahasiswa FEB

16 Apr. 2026
90
Bahas Ketahanan Pangan, Himagron Untirta Gelar Pertemuan Wilayah II

Bahas Ketahanan Pangan, Himagron Untirta Gelar Pertemuan Wilayah II

19 Apr. 2026
36
Sekolah Inklusi Menolak Siswa Disabilitas, Dimana Letak Keadilan?

Sekolah Inklusi Menolak Siswa Disabilitas, Dimana Letak Keadilan?

2 Jul. 2025
463
Dua Tahun “Hits and Green” Untirta, Begini Tanggapan Mahasiswa

Dua Tahun “Hits and Green” Untirta, Begini Tanggapan Mahasiswa

22 Apr. 2026
30

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio