Bidikutama.com – Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta 2024 diwarnai dengan keputusan mengejutkan dari pasangan calon (Paslon) BEM nomor urut 2, Afdallah dan Arya, yang memutuskan untuk mengundurkan diri. Selasa (24/12)
Agus Forenza, Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FKIP, menjelaskan bahwa pengunduran diri Paslon tersebut merupakan keputusan pribadi tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
“Tidak ada paksaan terkait penarikan berkas dari pasangan nomor 2. Penarikan berkas dilakukan langsung oleh Afdallah dan Arya, dengan membawa surat pernyataan pengunduran diri. Proses ini juga ditemani oleh tim sukses mereka,” ungkap Agus.
Menurut Agus Forenza, pihak pasangan calon menyebutkan adanya faktor internal sebagai alasan utama pengunduran diri mereka. Namun, detail mengenai faktor tersebut tidak diungkapkan secara terbuka.
“Ada satu dan lain hal yang tidak bisa diceritakan. Yang jelas, ini keputusan murni dari pasangan calon itu sendiri,” tambahnya.
Agus Forenza juga memastikan bahwa langkah pengunduran diri tersebut telah sesuai dengan regulasi yang berlaku di KPUM.
“Dari KPUM, regulasinya memperbolehkan penarikan berkas selama masih sebelum hari H Pemira. Jadi, selama belum memasuki tahap pelaksanaan, setiap paslon berhak untuk menarik diri,” jelasnya.
Diah, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi, memberikan tanggapan terkait mundurnya pasangan calon nomor urut 2. Ia berpendapat bahwa faktor internal dan eksternal kemungkinan menjadi alasan di balik keputusan mereka untuk mengundurkan diri.
“Arya kemarin dengan jurusan kalo jika dia tidak ada konfirmasi apapun kalo semisal mau naik wakabem dan pendaftaran yang juga sangat mendadak menurut aku, dan dari pihaknya pun mencabut berkas berkasnya di h- 1 hari pemira ya kalo gak salah dan secara mendadak juga. Entah karena alasan apa, mungkin mereka ingin memeriahkan pemira doang atau apapun itu” ucap Diah.
Terakhir, Diah berharap agar Pemira ke depannya dapat berjalan lebih baik. Ia juga menginginkan KPUM untuk lebih tegas dalam menjalankan tugasnya serta tetap menjaga sikap netral.
“Semoga di pemira selanjutnya lebih baik lagi, bercermin dan belajar dari pemira pemira sebelumnya, jangan selalu menormalisasikan hal yang gak baik di setiap pemira,” harap Diah.
Reporter : Nadira, Irfan, Esther/BU
Penulis : Hana/BU
Editor : Anggi/BU










