Bidikutama.com – Sistem layanan akademik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang sebelumnya bernama SIAKAD (Sistem Informasi Akademik) kini berganti menjadi SIAKANG, singkatan dari Sistem Informasi Akademik New Generation. Perubahan ini mencerminkan perkembangan layanan yang sejalan dengan visi Rektor Untirta, yaitu “Hits and Green University (healthy, integrated, smart, and green)” Rabu (16/10)
Wakil Rektor Bidang Akademik, Rusmana, menyatakan bahwa perubahan nama SIAKAD menjadi SIAKANG tidak hanya menghadirkan fitur-fitur baru, tetapi juga meningkatkan efisiensi aktivitas akademik dengan memudahkan mahasiswa dan civitas akademika dalam mengakses layanan tersebut.
“Iya pasti, nama baru ya dengan fitur baru. Banyak hal sebetulnya disitu, pokoknya yang lebih utama yaitu efisiensi jadi proses akademik akan lebih efisien pokoknya dari masuk sampai ke proses wisuda. Semuanya akan lebih cepat dan lebih mudah bagi siapapun yang terkait disitu bagi dosen maupun mahasiswa,” ungkap Rusmana.
Rusmana menjelaskan bahwa uji coba sistem layanan SIAKANG akan dilakukan pada perkuliahan semester genap.
“Kita menargetkan di semester genap sudah bisa digunakan, namun mungkin masih perlu perbaikan tetapi setidaknya sudah bisa berkenalan terlebih dahulu bagi mahasiswa maupun dosen bisa masuk ke fitur-fitur itu dulu. Untuk sekarang masih proses tahapan migrasi data,” tambah Rusmana.
Rusmana berharap perubahan nama dan penambahan fitur-fitur yang lebih lengkap dapat memudahkan mahasiswa dalam mengakses sistem layanan akademik tersebut.
“Harapannya kita diantaranya mahasiswa itu kan misalkan ada pilihan-pilihan kuliahnya apa boleh kita sediakan pilihan apakah offline apa online atau hybrid, MBKM misal jadi sudah bisa dipilih di awal di pengisian KRS itu,” harap Rusmana.
Sindy Arzety Yusuf, mahasiswa Fakultas Hukum, berharap agar pihak kampus segera mengakses dan menyetujui sistem layanan akademik yang baru sebagai respons atas keluhan mahasiswa terhadap sistem sebelumnya.
“Harapan saya kepada pihak kampus agar segera mengakses dan menyetujui keluh kesah pada mahasiswa setiap pengambilan KRS-an,” harap Sindy.
Senada dengan Sindy, Reyhan Almer Savero, mahasiswa Fakultas Hukum, juga berharap agar sistem layanan akademik yang baru dapat dioptimalkan semaksimal mungkin.
“Harapan saya ke depan kepada pihak kampus agar mengoptimalkan semaksimal mungkin sistem baru ini, untuk memperbaiki dan menutupi kekurangan dalam sistem sebelumnya agar terciptanya proses pembelajaran dan informasi akademik yang berjalan lancar,” harap Reyhan.
Reporter : Natasya, Indah Amelia/BU
Penulis : Khoirunnisa/BU
Editor : Annisa M/BU










