Bidikutama.com – Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus berupaya mendekatkan layanan literasi kepada seluruh mahasiswa, salah satu langkah terbaru yang dilakukan adalah dengan menghadirkan fasilitas Titik Baca digital yang berada di area Kantin Kampus Sindangsari. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa mengakses koleksi buku digital secara praktis hanya dengan memindai kode QR yang tersedia di lokasi. Kamis (18/12)
Pustakawan Madya Untirta, Nia Kurniawati, menjelaskan bahwa penambahan Titik Baca ini dilatarbelakangi oleh pengembangan layanan perpustakaan digital yang sebelumnya telah dimiliki Untirta, dan masih dalam satu platform e-book digital.
“Titik Baca ini sebenarnya masih satu vendor dan satu platform e-book digital, hanya saja bentuk aksesnya berbeda,” jelas Nia.
Ia menambahkan, koleksi yang tersedia pada Titik Baca saat ini memang belum sebanyak yang ada di aplikasi Perpustakaan Untirta. Setidaknya tersedia sekitar 95 judul dan titik baca ini merupakan fitur tambahan dan akan ada pengembangan koleksi ke depannya.
“Sekarang yang sudah tersedia itu sekitar 95 judul dengan total 128 eksemplar. Koleksinya ada buku umum, novel, sampai buku kesehatan,” ujar Nia.
Terkait proses perencanaan, Nia menyebutkan bahwa penempatan Titik Baca di kantin merupakan langkah awal sebelum diperluas ke lokasi lain, yang menjadi titik pusat keramaian mahasiswa seperti area tunggu dan di beberapa fakultas. Selanjutnya, ia menegaskan bahwa kehadiran Titik Baca ini juga bertujuan untuk meningkatkan indeks literasi dan minat baca mahasiswa tanpa dibatasi oleh jam operasional perpustakaan.
“Untuk saat ini baru ada di kantin. Ke depan, kami berencana menambahkannya di titik-titik lain yang menjadi pusat keramaian mahasiswa, seperti taman kampus, area tunggu, atau di fakultas-fakultas,” tuturnya.
Salah satu mahasiswa Untirta, Oktaviani, dari Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2023, menilai keberadaan Titik Baca cukup bermanfaat bagi sivitas akademika.
“Menurut saya sih bermanfaat, apalagi kalau banyak yang menerapkan. Tapi balik lagi ke orangnya, ada yang lebih suka baca langsung, ada juga yang malas buka website,” ucap Oktaviani.
Namun, Oktaviani juga menilai bahwa lokasi penempatan Titik Baca di kantin masih perlu dievaluasi, karena menurutnya lokasi kantin masih kurang strategis. Meski demikian, ia berharap fasilitas Titik Baca ini terus dikembangkan, agar seluruh mahasiswa dan sivitas akademika Untirta dapat merasakan manfaat akan adanya titik baca ini.
“Kalau di kantin itu kan orang biasanya makan, nongkrong, atau istirahat. Menurut saya agak kurang strategis. Semoga kedepannya makin banyak yang baca dan fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan oleh warga kampus,” harap Oktaviani.
Reporter : Intan, Tiara/BU
Penulis : Felisha/BU
Editor : Rizqy/Bu










