Bidikutama.com — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi meluncurkan platform digital terbaru bernama Super App Untirta. Aplikasi ini ditargetkan menjadi portal terpadu yang menyediakan berbagai layanan akademik bagi seluruh sivitas akademika dalam satu sistem. Jumat (16/1).
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Alfirano, menjelaskan bahwa Super App Untirta merupakan penyederhanaan dari berbagai portal layanan yang sebelumnya terpisah. Tujuannya adalah mempermudah akses dan integrasi layanan kampus untuk seluruh sivitas akademika.
“Salah satu cita-cita kita adalah membuat layanan kampus baik untuk dosen, mahasiswa, maupun pegawai menjadi lebih simpel, efisien, tepat, dan dapat membantu dengan baik,” jelas Alfirano.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya sistem kampus terdiri dari beberapa portal yang terpisah, seperti portal mahasiswa, portal alumni, portal dosen dan pegawai, serta portal keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). Dengan Super App Untirta, semua portal tersebut akan disatukan dalam satu sistem terpadu.
“Sekarang lebih tepat disebut portal, karena kita satukan enam portal dalam satu aplikasi,” ujarnya.
Adapun fitur yang akan dikembangkan meliputi pembayaran perbankan, beasiswa, penelitian, pengabdian, prestasi mahasiswa, seminar, dan layanan lain yang mendukung kegiatan akademik. Alfirano menambahkan akan dilakukan sosialisasi lebih lanjut oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Meski begitu, Alfirano mengakui bahwa pengembangan aplikasi ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Selain jumlah programmer yang terbatas, sarana dan prasarana IT juga perlu ditingkatkan agar aplikasi dapat berjalan lancar. Saat ini, Untirta tengah melakukan peningkatan server, ruang penyimpanan data, serta jaringan agar Super App dapat beroperasi stabil tanpa error.
“Tantangan kita sekarang memang besar. Satu portal saja sinya banyak. Karena banyak aplikasi yang harus dikerjakan, kita perlu dukungan mahasiswa juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Rusmana, menekankan bahwa Super App ini tidak hanya menghadirkan transparansi, tetapi juga berbasis sistem cerdas. Dengan sistem yang baru, aktivitas mahasiswa dan dosen bisa dipantau lebih mudah, termasuk bimbingan tugas akhir yang sebelumnya sulit terpantau dan memberikan peringatan jika ada dosen atau mahasiswa yang tidak aktif.
“Dengan sistem ini, kita bisa melihat aktivitas secara real-time dan mendeteksi ketidakaktifan mahasiswa atau dosen,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling, Nabila Salsabila, menuturkan bahwa sistem akademik yang tersedia sudah cukup membantu kebutuhan mahasiswa walaupun masih memiliki keterbatasan. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah proses peralihan sistem dilakukan secara jelas dan bertahap, sehingga tidak mengganggu fokus belajar mahasiswa.
“Menurut saya itu tidak masalah, yang penting proses peralihannya jelas, tidak mendadak, dan ada penjelasan atau panduan yang mudah dipahami,” tutur Nabila.
Senada dengan Nabila, Nadzivah Aulia Putri, mahasiswa Prodi Akuntansi, menekankan pentingnya sosialisasi terlebih dahulu terkait perpindahan sistem informasi akademik, agar seluruh sivitas akademika memahami cara menggunakan Super App.
“Saya setuju dengan perpindahan sistem akademik ini, tapi sebaiknya dilakukan sosialisasi terlebih dahulu agar semua civitas akademik bisa mengerti penggunaan aplikasi Super App,” ujar Nadzivah.
Reporter :Sheril/BU, Himni/BU, Moreno/BU
Penulis : Fariz/BU
Editor : Intan/BU









