Bidikutama.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjadi salah satu dari perwakilan mahasiswa yang hadir dalam pertemuan dengan pemerintah di Istana Negara, pada Kamis (4/9). Forum ini dihadiri oleh para Mentri dan mahasiswa, perwakilan Ketua BEM Untirta membawa tuntutan gerakan 17+8 serta isu-isu spesifik yang terjadi di Banten. Senin (8/9)
Presiden Mahasiswa Untirta, M. Ferdansyah Putra, menegaskan pihaknya meminta pemerintah segera membebaskan mahasiswa yang ditahan pasca-aksi serta menghentikan tindakan represif aparat. Ia juga menyoroti konflik agraria di wilayah Banten.
“Kami menyampaikan bahwa konflik di PIK 2, Padarincang, Cibetus, dan Sangiang masih terus terjadi. Bahkan pagar laut sampai sekarang belum tuntas dicabut semuanya,” ujar Ferdansyah.
Selain persoalan daerah, Untirta juga mengawal isu nasional. Ferdansyah menekankan bahwa mahasiswa akan terus memantau implementasi tuntutan 17+8 yang sebagian sudah dikabulkan pemerintah.
“Kalau beberapa tuntutan tidak dituntaskan, tentu kami akan melakukan aksi masa berikutnya,” tegasnya.
Ketua BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta, Muhamad Ridam, menyebut keikutsertaan perwakilan Untirta di Istana sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mahasiswa. Ia menjelaskan aspirasi yang dititipkan antara lain penolakan kebijakan yang tidak pro rakyat, isu pendidikan, lingkungan, serta reformasi sistem hukum.
“Keterlibatan langsung ini harus menjadi peluang untuk mendorong perubahan yang lebih substansial,” jelas Ridam.
Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) Untirta, Muhammad Oriza Sativa, menilai jalur audiensi penting sebagai pendamping aksi demonstrasi. Ia menyebut, tuntutan yang dibawa presiden mahasiswa Untirta berasal dari hasil konsolidasi pada tanggal (29/8) termasuk isu program PSN PIK 2.
“Setelah tersampaikannya aspirasi ini, kita harus tetap menjadi pengawas pemerintah. Kita ingin membuktikan apakah pertemuan ini hanya normatif atau benar-benar ditindaklanjuti,” ucap Oriza.
Reporter: Irfan, Misya/BU
Penulis: Hana/BU
Editor : Rizqy/BU










