Bidikutama.com – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menanggapi maraknya isu kekerasan seksual di lingkungan kampus yang terjadi beberapa belakang ini. Hal ini dinilai disebabkan oleh beberapa hal mulai ketimpangan kekuasaan hingga tantangan bungkamnya korban. Senin (27/4).
Ketua Satgas PPKS, Muhammad Uut Lutfi, menilai interaksi di kampus berpotensi memicu terjadinya kekerasan, terutama akibat ketimpangan kekuasaan dan tekanan dari pihak tertentu.
“Ketimpangan kekuasaan bisa membuat korban merasa tidak berdaya,” ujarnya.
Ia menilai budaya diam masih menjadi tantangan dalam penanganan kasus kekerasan seksual karena korban kerap ragu melapor akibat kekhawatiran terhadap kerahasiaan identitas.
“Diamnya korban masih jadi tantangan dalam penanganan kasus kekerasan seksual,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya strategi pencegahan yang adaptif, seperti sosialisasi melalui media sosial.
“Strateginya harus menyesuaikan dengan kebiasaan mahasiswa saat ini,” kata dia.
Sementara itu, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Untirta yang enggan disebutkan namanya, menilai kesadaran terhadap isu kekerasan seksual mulai meningkat, salah satunya dipengaruhi media sosial. Namun, pemahaman terkait bentuk-bentuk kekerasan seksual masih dinilai minim.
“Pemahaman tentang bentuk kekerasan seksual masih kurang,” ujarnya.
Mahasiswa FH Untirta lainnya menyebut sebagian mahasiswa masih menganggap catcalling sebagai hal biasa, padahal termasuk bentuk pelecehan seksual.
“Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat kesadaran dan pemahaman yang dimiliki,” tutupnya.
Reporter : Syahdan/BU
Penulis : Hana/BU
Editor : Anindya/Bu











