Bidikutama.com — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan Seminar Akuntansi 2026 dengan bertajuk tema “Era Akuntansi Manajemen Digital: Mengupas Peran Strategis Akuntan dalam Pengambilan. Keputusan Berbasis Data di Tengah Transformasi Digital” yang digelar di Auditorium Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Lantai 4, Kampus Untirta Sindangsari pada Sabtu, 14 Februari 2026. Minggu (15/2)
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber profesional, yakni R. Mohamad Karunia Romadhoni dari Managing Partner KJA Strategic Business Solutions (SBS) dan Indra Seno Hartono dari Praktisi dan Konsultan Digital Risk Management.
Dalam pemaparannya, Romadhoni menekankan bahwa meskipun sistem otomasi dan artificial intelligent (Al) kini semakin berkembang, insting dan penilaian manusia tetap harus tidak tergantikan untuk memastikan informasi akurat.
“Akuntan harus tetap melakukan verifikasi dan kontrol atas data yang dihasilkan sistem. Al diciptakan manusia, jadi manusia harus lebih cerdas agar informasi tidak bias, ” tekannya.
Selain aspek teknis, Romadhoni menekankan pentingnya perlindungan data, mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Meliputi invoice, kuitansi hingga informasi pribadi pelanggan yang sifatnya sensitif. Hingga penekanan keakuratan kualitas data.
“Teknologi itu alat. Kalau integritas akuntannya rendah, tetap bisa terjadi manipulasi atau kecurangan. Karena itu kompetensi dan etika profesi jadi kunci,” terangnya.
Romadhoni mengatakan bahwa peran akuntan manajemen kini semakin strategis mencakup peran manajerial.
“Akuntan manajemen sekarang bukan sekadar tukang laporan. Mereka menganalisis tren penjualan, biaya produksi, hingga memberi saran strategi harga dan keputusan bisnis. Perannya sudah masuk ke ranah manajerial,” tuturnya.
Ketua pelaksana, Arifin Saputra, menilai kegiatan berjalan lancar dilihat partisipasi peserta yang aktif sepanjang sesi diskusi.
“Alhamdulillah berjalan dengan lancar, pesertanya aktif dan materi yang disampaikan interaktif,” ujarnya.
la juga mengaku tema transformasi digital dipilih karena pergeseran peran akuntan saat ini tak lagi sekadar pencatat laporan keuangan, melainkan pengambil keputusan berbasis data.
“Kami ingin peserta memahami bahwa akuntan harus melek teknologi, memahami sistem informasi akuntansi, aplikasi pengolah data, hingga pemanfaatan Al dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.
Salah satu peserta, Satya Puspita Wardani, mengaku materi seminar memberi wawasannya tentang pentingnya keterampilan analisis data di era Al yang menjadi alat bantu.
“Jangan hanya siap bekerja, tapi harus mahir mengambil keputusan berbasis data. Al itu alat bantu, bukan pengganti akuntan,” tuturnya.
la juga berharap kegiatan ini sebagai bekal pembelajaran di kelas untuk menghadapi tuntutan dunia kerja digital serta mampu berkolaborasi dengan teknologi secara profesional.
“Mahasiswa akuntansi tentu perlu adanya pengetahuan tambahan untuk lebih siap kondisi nyata di lapangan dan untuk masa depan,” harapnya.
Reporter: Ariani, Annisa Sekar/BU
Penulis: Sheril/BU
Editor: Aqila/BU











