Berita Mahasiswa Inspirasi

Sisihkan 14 Finalis, Delegasi FKIP Terpilih Sebagai Duta Untirta

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bidikutama.com – Ikatan Duta Untirta (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) menggelar acara Grand Final Duta Untirta 2019 di Auditorium Gedung B, Kampus A Untirta, Senin (30/9). Raden Alfaraoqy Darmawan (PGSD 2018) dan Fadia Sabrina Ganafi (Pend. Sosiologi 2018) terpilih sebagai Duta Untirta 2019.

Pemilihan duta pada tahun ini mengangkat tema “Showing New Potential by Believing Your Ability”. Acara ini dimulai pada pukul 13.00 WIB sampai menjelang malam hari.

Acara ini antara lain terdiri atas penampilan tari Banten Jawara, catwalk, QnA dari 16 finalis, penyisihan finalis menjadi 10 orang, sekapur sirih dari tiga besar duta tahun lalu, dan di pengujung acara ialah pengumuman Duta Untirta Terpilih 2019.

Rangkaian proses pemilihan sendiri berlangsung selama bulan September kemarin. Adapun pemilihan duta tahun ini terdapat 16 finalis. Kedelapan pasang finalis tersebut lolos dari dua jalur, dengan rincian tujuh pasang dari delegasi tiap fakultas dan satu pasang dari audisi terbuka.

Ketua Pelaksana (Ketuplak), Hikmatun Hasanah mengatakan bahwa antara pemilihan duta tahun ini dan tahun kemarin memiliki sejumlah perbedaan, di antaranya seperti jumlah finalis yang pada tahun lalu berjumlah 18 orang, serta iringan musik catwalk-nya sudah tidak menggunakan rekaman musik, melainkan diiringi secara langsung oleh UKM Klasik.

“Saya berharap Duta Untirta 2019 ini benar-benar bisa menjadi representatif mahasiswa Untirta, karena sebagai wajah Untirta kita harus menjaga citra kampus kita, menjaga nama baik kampus, dan terus berprestasi, juga sebagai mahasiswa kita bertanggungjawab untuk memegang teguh Tri Dharma Perguruan Tinggi,” harapnya.

Duta terpilih, Raden Alfaraoqy Darmawan menuturkan bahwa Ia berkeinginan untuk mengharumkan nama Untirta ke dunia internasional. Ia pun akan memulainya dari lingkup Banten terlebih dahulu.

“Saya ingin berhasil dan membawa Untirta ke luar negeri, karena saya berpendapat Untirta ini harus dilihat oleh orang luar, terutama di nasional dulu baru ke luar negeri, serta memberikan kontribusi penuh kepada Untirta, dan saya akan mem-branding Untirta ke luar, bukan cuman ada di dalam Untirta saja, tapi juga ke luar negeri atau bahkan ke nasional, dan mungkin lingkupnya di Banten terlebih dahulu,” ungkap Raden.

Sementara itu, duta terpilih lainnya, Fadia Sabrina Ganafi mengatakan bahwa orang tua menjadi alasan dirinya untuk berprestasi di Untirta, yang merupakan tempat perantauannya.

“Motivasi pertama saya adalah orang tua, karena saya adalah anak rantau dari Bogor. Jadi, tujuan utama saya kuliah di Untirta adalah untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya, dan juga pengalaman baru karena saya yakin Untirta dapat memberikan pengalaman dan nilai-nilai yang sangat baik untuk kehidupan nantinya,” kata Sabrina.

Baik Raden maupun Sabrina, keduanya mengaku bahwa pada saat pra-karantina merupakan momen yang paling berkesan dan tak bisa dilupakan.

Hanif Yusuf, salah seorang penonton memberikan tanggapannya. “Acara Duta Untirta 2019 ini sangat luar biasa karena penampilan dutanya bagus, dimana fungsi duta sendiri untuk ajang memberitahukan kepada siswa dan masyarakat lainnya bahwa Untirta ada di Banten. Semoga duta terpilih tahun 2019 ini tidak menghilang atau melupakan tugasnya,” imbuh mahasiswa Agroekoteknologi angkatan 2016 itu.

Reporter: Hani, MM/BU
Penulis: Nurjanah/BU
Editor: Thoby/BU

Write A Comment