Bidikutama.com – UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Jurnalistik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses mengadakan seminar nasional dengan mengusung tema “Pilar Demokrasi: Menyuarakan Fakta di Tengah Bisingnya Disinformasi”. Kegiatan ini berlangsung pada (28/6) di Auditorium Gedung B, Kampus Untirta Pakupatan, seminar ini menghadirkan jurnalis senior dari Human Rights Watch, Andreas Harsono, sebagai pembicara utama. Minggu (29/6)
Andreas Harsono, menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk tanggapan atas undangan panitia, Ia memberikan catatan penting terkait perkembangan pers mahasiswa di Untirta. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk lebih aktif dalam berkarya, dengan menghadirkan lebih banyak karya tulis, serta video-video yang menarik di lingkungan kampus.
“Bidik Utama maupun Untirta ini relatif masih baru kalau dibandingkan dengan pers mahasiswa seperti di UGM yang sudah puluhan tahun. Tapi justru itu bisa jadi kekuatan, meski anggaran masih kecil, potensi pengembangannya sangat besar,” jelas Andreas.
Ketua pelaksana gebyar jurnalistik Untirta, Muhamad Asadullah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap menjamurnya berita hoaks di era digital.
“Tujuan utama kami adalah menjawab keresahan atas maraknya disinformasi dan pembelokan fakta pada era sekarang.” jelas Asa.
Salah satu peserta seminar, Keisha, mahasiswa Universitas Bina Bangsa (Uniba), mengaku sangat terkesan dengan sesi yang dibawakan oleh Andreas Harsono. Baginya tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi media saat ini.
“Andreas Harsono adalah jurnalis ulung yang karyanya seperti buku Agama Saya adalah Jurnalisme, sangat cocok dengan isu disinformasi yang kita hadapi sekarang,” tutur Keisha.
Ia juga menaruh harapan besar terhadap peningkatan kualitas jurnalistik di kalangan mahasiswa, agar dapat memahami pentingnya menjaga fakta atas informasi yang didapat.
“Semoga jurnalis di luar sana maupun kita calon jurnalis masa depan bisa lebih paham pentingnya menjaga fakta. Kita harus selalu mengecek kembali siapa penulis dan penyunting berita jangan asal sebar,” harap Keisha.
Reporter: Devina, Gufron, Tiara/BU
Penulis: Chika/BU
Editor : Rizqy/BU









