• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Senin, 18 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Berita Mahasiswa

SPOK FKIP Diwarnai Demo, Mahasiswa Baru Dikunci Tanpa Penjelasan 

15 Agu. 2025
pada Berita Mahasiswa
0
SPOK FKIP Diwarnai Demo, Mahasiswa Baru Dikunci Tanpa Penjelasan 

Sumber: dokumen pribadi

424
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Aksi demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dalam momentum Seputar Pengenalan Organisasi Kemahasiswaan (SPOK) 2025 menyisakan kontroversi. Di tengah berlangsungnya aksi damai untuk menyuarakan aspirasi yang belum terealisasi, sejumlah mahasiswa baru (Maba) justru mengalami penguncian di dalam gedung tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak kampus. Jumat (15/8)

Aksi bertajuk “FKIP Gelap 2025” ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP sebagai bentuk keresahan terhadap berbagai hal, seperti transparansi anggaran, alokasi dana outbound, fasilitas tenda untuk kegiatan luar ruangan, hingga dugaan intervensi pihak fakultas terhadap Organisasi Mahasiswa (ormawa).

Ketua Pelaksana, Mochamad Fahriz Abdillah, menjelaskan bahwa aksi dilakukan secara damai dan tertib, bertujuan agar publik mengetahui permasalahan yang ada di sekitar kampus.

“Tujuan kami adalah agar publik mengetahui permasalahan yang ada. Aksi ini sangat khidmat, dan setelahnya kami juga melakukan bersih-bersih,” tegas Fahriz.

Namun, di tengah berlangsungnya aksi, muncul laporan bahwa mahasiswa baru dikunci di dalam Gedung C. Wakil Ketua BEM FKIP 2025, Gregorius Diera Arnandi Melkior, mengonfirmasi bahwa tindakan penguncian itu diduga sebagai bentuk pengamanan sepihak atas gejolak yang terjadi di luar gedung.

“Penutupan gedung ini berdasarkan instruksi langsung dari dekan, bahkan lift dimatikan, dan tidak ada kejelasan alasan atau durasi penguncian,” ungkap Gregorius.

Ia juga menegaskan bahwa aksi ini dipandang sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap sistem pengambilan keputusan yang dinilai tertutup. Mahasiswa berharap tuntutan mereka dapat segera diakomodasi, tidak hanya dijanjikan untuk tahun depan.

“PKKMB seharusnya jadi ruang edukatif dan demokratis, tapi malah jadi panggung pembungkaman aspirasi. Besok seharusnya sudah ada tindak lanjut. Ini bukan permintaan personal, tapi kebutuhan bersama,” tegas Gregorius.

Salah satu mahasiswa baru yang ikut terdampak dari insiden penguncian Gedung C adalah Azahra Andiniawati, dari Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling. Ia mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba, tanpa adanya pemberitahuan atau penjelasan dari pihak kampus.

“Perasaan aku waktu itu bingung, kenapa kita dikunci di sini. Kita butuh penjelasan, aku u dan teman-teman satu kelompok juga sama bingungnya, saling bertanya-tanya ini ada apa,” ujar Azahra.

Selain itu, Khalishah Jihan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, turut menyampaikan keprihatinannya apabila situasi tersebut dibiarkan tanpa evaluasi. Ia mengaku kesal karena mobilitasnya terganggu, mengingat tidak semua orang ikut aksi dan ada yang memiliki urusan lain.

“Kesel sih sebenernya karena mobilitas jadi terganggu, tidak semua orang ikut aksi, ada juga yang punya urusan lain. Dikunci seperti itu jelas sangat mengganggu,” ucap Khalishah.

Menurutnya, pihak kampus seharusnya mempertimbangkan kemungkinan adanya kondisi darurat di dalam gedung, sebelum mengambil tindakan penguncian secara menyeluruh.

“Kalau memang mau memperhatikan keselamatan, pikirkan juga mitigasinya. Siapa tahu di dalam ada yang sakit atau ada hal yang benar-benar urgent,” tutupnya.

 

Reporter: Salie, Wulan, Indah, Gufron/BU

Penulis : Chika/BU

Editor : Rizqy/BU

Tag: #aksi2025Berita Mahasiawaberita untirtademofkip untirtaKontroversiMahasiswa Baru DikunciSPOK 2025
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

FKIP Untirta Gelar SPOK 2025, Angkat Tema Revitalisasi Mahasiswa

Pos Selanjutnya

Indonesia “Menang” dalam Kategori Angka Pengangguran tertinggi di ASEAN

BERITA TERKAIT

Prodi Pendidikan BK Kembali Gelar Ajang Akang Teteh Konselor

Prodi Pendidikan BK Kembali Gelar Ajang Akang Teteh Konselor

14 Mei. 2026
18
Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

13 Mei. 2026
25
Pos Selanjutnya
Indonesia “Menang” dalam Kategori Angka Pengangguran tertinggi di ASEAN

Indonesia “Menang” dalam Kategori Angka Pengangguran tertinggi di ASEAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Untirta Luncurkan Shuttle Bus Baru Ramah Mahasiswa Difabel

Untirta Luncurkan Shuttle Bus Baru Ramah Mahasiswa Difabel

29 Des. 2024
145

KKM Desa Cimaung Sosialisasikan Pembuatan Kompos dengan Media Maggot

11 Feb. 2023
33

Berita Populer

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
5.1k
Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

13 Mei. 2026
39
Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

16 Mei. 2026
37
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
911
Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

13 Mei. 2026
25
Putusan Hakim pada Kasus Harvey Moeis, Sudah Tepatkah?

Putusan Hakim pada Kasus Harvey Moeis, Sudah Tepatkah?

31 Des. 2024
868

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio