Bidikutama.com — Penerapan sistem smart gate di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) akhir-akhir ini menuai beragam tanggapan dari mahasiswa. Sistem ini awalnya dinilai mampu meningkatkan keamanan kendaraan dan parkiran lebih tertib, namun antrian masih terjadi hingga Selasa (15/4) kini pada jam sibuk perkuliahan. Kamis (16/4).
Kebijakan tersebut awalnya merupakan bagian dari upaya kampus dalam memodernisasi sistem keamanan berbasis teknologi. Namun, optimalisasi sistem dan peningkatan penggunaan aplikasi masih diperlukan untuk mengurangi antrean kendaraan di lingkungan kampus.
Satuan Petugas Keamanan (Satpam) Untirta, Juhdi, mengakui adanya keluhan terkait kemacetan di area gerbang. Antrean panjang kerap terjadi saat kondisi kampus ramai.
“Keluhan biasanya karena macet panjang, terutama saat jam sibuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan sistem tetap dijalankan sesuai kebijakan resmi dari kampus yang harus dijalankan. Dalam kondisi tertentu, akses dilakukan secara manual.
“Kalau ada error, biasanya dibuka manual dengan verifikasi plat nomor,” jelasnya.
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untirta, Zafira, menilai sistem ini cukup efektif dalam segi meningkatkan keamanan. Menurutnya, teknologi yang digunakan lebih baik dibandingkan metode manual.
“Smart gate ini efektif untuk mencegah kehilangan kendaraan dan sistemnya sudah cukup canggih,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyoroti antrean yang masih terjadi pada jam masuk dan keluar perkuliahan. Hal tersebut dipicu oleh belum meratanya penggunaan aplikasi sebagai akses utama.
“Pas jam sibuk masih perlu diperbaiki. Harus lebih diarahkan agar mahasiswa menggunakan QR supaya proses lebih cepat,” katanya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa D3 FEB Untirta, mengaku pernah mengantre sekitar 20 menit. Ia menyebut antrean menjadi lebih lama saat cuaca panas maupun hujan.
“Pernah sampai kehujanan karena nunggu antrean keluar,” katanya.
Reporter: Aura/BU, Amelia Rizki/BU
Penulis: I. Nabila/BU
Editor: Rhamaditya/BU











