Bidikutama.com – Tiga dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjadi narasumber pada acara internasional ASEAN Classroom Plus (ACL+) di Universitas Malaysia Terengganu (UMT). Acara ini merupakan kolaborasi antara universitas di Malaysia, termasuk Universiti Sains Malaysia (USIM) dan UMT, yang membahas isu-isu hukum maritim dan permasalahan lingkungan. Minggu (6/10).
Lia Riesta Dewi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, menjelaskan bahwa partisipasi Untirta dalam kegiatan internasional ini sejalan dengan visi global universitas.
“Untirta berkomitmen untuk terlibat aktif dalam kegiatan internasional, khususnya di Asia Tenggara. Kami merasa bangga dapat turut serta dalam forum ini dan membahas isu-isu hukum yang relevan, terutama yang berkaitan dengan kelautan dan lingkungan,” ungkap Lia.
Lia juga menambahkan kegiatan ini menghasilkan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Untirta dan beberapa universitas di Malaysia, termasuk Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan Universiti Sultan Zainal Abidin (Unisza), dengan fokus pada bidang hukum, ekonomi, serta kebijakan publik.
“Kolaborasi ini akan terus berkembang, terutama dengan Fakultas Maritim UMT, mengingat Indonesia juga memiliki banyak wilayah pesisir yang membutuhkan perhatian,” tambah Lia.
Selain Lia, dua dosen lainnya, yaitu Belardo Prasetya Megajaya, Ketua Pusat Layanan Internasional FH Untirta, dan Ahmad Rayhan, Sekretaris Pusat Layanan Internasional FH Untirta, juga berpartisipasi dalam kegiatan ini. Belardo menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat daya saing Untirta di tingkat global.
“Keterlibatan dalam forum seperti ASEAN Classroom ini menunjukkan bahwa Untirta memiliki kemampuan bersaing secara global,” ujar Belardo.
Sementara itu, Rayhan membahas pentingnya pengesahan perjanjian internasional untuk pencegahan pencemaran lingkungan dan menambahkan bahwa potensi kolaborasi jangka panjang antara Untirta dan UMT sangat besar.
“Kami melihat banyak peluang kerja sama, termasuk penelitian, pengabdian masyarakat, dan pendidikan. Bahkan, pertukaran mahasiswa dan dosen antara kedua universitas sangat mungkin untuk diwujudkan,” jelas Rayhan.
Arya Jons Simanjuntak, mahasiswa FH, mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan dosen-dosen Untirta dalam acara ini.
“Kerjasama ini mencerminkan pengakuan terhadap kualitas akademik dosen FH Untirta di tingkat internasional. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami dan memberikan inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Untirta,” ungkap Arya.
Reporter : Susi, Tyas, Nabila/BU
Penulis : Herviani/BU
Editor: Annisa M/BU











