Bidikutama.com — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), kembali menorehkan prestasi gemilang. Empat mahasiswa berhasil meraih Silver Medal dalam kategori Chemistry Education Poster pada ajang International of Science Learning Innovation (ICOSLI) 2025 melalui inovasi tinta organik berbahan limbah daun kering sebagai solusi pencemaran udara akibat pembakaran sampah. Rabu (23/7)
Tim mahasiswa yang terdiri dari Patricia Putri Kissya Rintyaningtyas, Alya Muna Zhafirah, Sabrina Amelia Halizsyah, dan Siti Azha Hukmia tersebut menampilkan inovasi bertajuk “InnoLeaf: Writing the Future with Green & Sustainable Organic Ink”. Alya Muna Azha, salah satu peserta, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan pengembangan dari mata kuliah Promoting Relevant Education in Science for Sustainability (PRESS) yang memanfaatkan limbah daun.
“Kami ingin memanfaatkan limbah daun yang biasanya dibakar untuk dijadikan produk yang lebih berguna, yaitu tinta organik,” jelas Alya.
Alya mengungkapkan bahwa kompetisi ini bermanfaat bagi tim mereka sebagai sarana mempromosikan produk kepada khalayak luas sekaligus mendukung pengembangannya. Bagi dirinya, mengikuti iCOSLI memberikan pengalaman berharga karena dapat mengetahui berbagai inovasi pembelajaran yang diciptakan mahasiswa, sehingga menambah pengetahuan dan wawasan baru terkait pengembangan metode pembelajaran.
“Manfaat kompetisi ini bagi tim kami yaitu sebagai sarana untuk mempromosikan produk kami ke khalayak luas, hal ini dapat membantu pengembangan produk kami,” ungkapnya.
Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, serta beberapa negara di Eropa. Menurut dosen pembimbing, Robby Zidny, karya mahasiswa Untirta dinilai menonjol karena berhasil mengintegrasikan konsep green chemistry dan Education for Sustainable Development (ESD) dalam bentuk produk nyata.
“Kebanggaan tersendiri karena mahasiswa kita bisa tampil di ajang internasional. Meski tidak bisa hadir langsung di Malang karena keterbatasan dana, mereka tetap bersemangat dan mengikuti presentasi secara daring. Hasilnya sangat membanggakan,” ujar Robby
Tim “InnoLeaf” bukan satu-satunya perwakilan Untirta, Tim “Ecocitrus” juga meraih juara favorit dengan inovasi pembersih ramah lingkungan berbahan kulit jeruk. Sayangnya, kedua tim tidak dapat hadir di babak final di Malang karena keterbatasan dana, Ia berharap ke depan kampus memberikan dukungan lebih bagi mahasiswa berprestasi yang mewakili Untirta di ajang internasional.
“Sebenarnya kami sudah ajukan ke fakultas, tapi agak sulit realisasinya. Akhirnya kami minta opsi presentasi daring ke panitia, dan Alhamdulillah tetap bisa tampil dan menang,” ujar Robby.
Reporter : Gya, Nadira, Tedi/BU
Penulis: Irin/BU
Editor: Putri Nur/ BU











