Bidikutama.com — Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat internasional. Tim gabungan lintas fakultas berhasil meraih medali silver pada The International Essay Competition dalam rangkaian International Student Summit (ISS) 2025 yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Insan USIM Malaysia dan The World Association of Young Scientists, pada 18–19 Oktober 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. Rabu (22/10)
Adapun Tim tersebut beranggotakan Dimas Maulana Aziz dari Fakultas Hukum (FH), Gibran Rasyad Fajari dari Program Studi (Prodi) Akuntansi, Deni Putra Ardiansyah dari Prodi Ilmu Komunikasi, Raihana Syarifah Hidayat dari Prodi Ilmu Komunikasi, dan Mochamad Bagas Alfakhrizi dari Prodi D3 Akuntansi. Mereka membawa nama Untirta bersaing dengan peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Salah satu anggota tim, Mochamad Bagas Alfakhrizi, menjelaskan bahwa perjuangan mereka dimulai dari ide sederhana, bagaimana mahasiswa Untirta bisa tampil di panggung dunia. Ia menceritakan bahwa proses persiapan memakan waktu tiga bulan, dan kegiatan yang dilakukan yaitu diskusi intens, riset, dan penyusunan naskah, sambil tetap menjalani perkuliahan.
“Kami tidak hanya mempersiapkan lomba, tapi juga belajar mengatur waktu antara kuliah, riset, dan proposal pendanaan. Tantangan terbesarnya bukan sekadar teknis, tapi juga menjaga semangat di tengah jadwal yang padat dan dana yang belum pasti,” jelas Bagas.
Selain tantangan teknis, tim juga menghadapi kendala administrasi dan pendanaan. Hal ini diakui oleh Raihana Syarifah Hidayat, yang mengungkapkan bahwa proses keberangkatan mereka sempat terhambat karena keterbatasan dana yang belum terpenuhi, sehingga salah satu anggota hampir tidak bisa mengikuti kompetisi, namun hal ini sudah teratasi berkat bantuan dari universitas, fakultas maupun prodi.
“Awalnya kami cukup khawatir karena pendanaan belum terpenuhi, dan sempat ada anggota yang hampir tidak bisa berangkat. Tapi berkat dukungan universitas, fakultas, dan prodi, akhirnya semua bisa berangkat bersama,” ungkap Raihana.
Sementara itu, Gibran Rasyad Fajari, menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras dan keyakinan tim dalam menghadapi segala keterbatasan. Ia juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa lain agar tidak ragu meskipun memiliki mimpi yang besar.
“Kami tidak pernah menyangka bisa benar-benar menapaki panggung internasional yang selama ini hanya kami bayangkan. Untuk itu, apa pun cita-citamu, man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” ujar Gibran.
Mia Dwianna Widyantingtyas, selaku dosen pembimbing, menjelaskan bahwa dukungan juga datang dari pihak kampus. Untirta memberikan bantuan dalam dua bentuk, yakni moril dan materil. Tetapi, ia juga menegaskan bahwa segala bentuk bantuan tetap harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan kampus.
“Kampus memberikan dukungan dana dan bimbingan dari dekanat FEB, FH, FISIP, serta pihak kemahasiswaan Untirta. Hanya saja, pendanaan perlu menyesuaikan dengan efisiensi keuangan kampus,” jelas Mia.
Reporter: Aqila/BU
Penulis: Adam/BU
Editor: Putri Nur/BU










Keren, semoga makin banyak mahasiswa” berprestasi lain🙌