Bidikutama.com – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tengah mempersiapkan layanan akademik digital terbaru bernama aplikasi Sistem Informasi Akademik New Generation (SIAKANG). Sistem ini merupakan pengembangan dari Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) sebelumnya, yang dirancang untuk mencatat data mahasiswa dengan lebih akurat berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya. Minggu (29/12)
Wakil Rektor Bidang Akademik, Rusmana, menyatakan bahwa proses peralihan dari SIAKAD ke SIAKANG akan dipercepat, meskipun saat ini masih dalam tahap pengembangan. Pengembangan ini mencakup transisi dari bentuk website menjadi aplikasi, sementara proses migrasi data dari SIAKAD ke SIAKANG masih berlangsung.
“Ya lagi persiapan. Secepat mungkin ya,” ungkap Rusmana.
Rusmana juga mengungkapkan bahwa evaluasi SIAKAD sebelumnya menunjukkan beberapa kekurangan, terutama dalam pencatatan nilai mahasiswa dan pendataan status mahasiswa aktif serta nonaktif. Ia menyoroti kasus mahasiswa yang seharusnya terkena Drop Out (DO) setelah dua semester berturut-turut tidak melakukan registrasi, namun status mereka tidak terpantau oleh sistem.
“Nah itu (mahasiswa DO) tidak terkontrol di SIAKAD, kalau di SIAKANG nanti ada alarm, jadi bisa ketahuan sehingga bisa penanganan cepat kalau sudah begitu,” jelas Rusmana.
Rusmana mengungkapkan bahwa SIAKANG akan dilengkapi dengan fitur pemberitahuan, pembinaan, dan pemanggilan untuk mendukung proses pembelajaran, baik bagi mahasiswa maupun dosen. Ia menjelaskan bahwa dosen yang sering tidak hadir dalam perkuliahan akan menerima peringatan melalui sistem, dan sanksi akan diterapkan jika pelanggaran tersebut berulang hingga tiga kali.
“Jangan sampai pada saat ujian akhir, ada dosen yang belum menyelesaikan mata kuliahnya, kan kasihan (mahasiswa),” ujar Rusmana.
Hanum Nur’ Aini, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika, mengapresiasi langkah Untirta dalam melakukan pembaruan sistem akademik dan menyebutnya sebagai langkah positif. Ia berharap mahasiswa Untirta dapat menerima perubahan ini dengan baik serta mampu mengimbangi dan mewujudkan makna “New Generation” yang terkandung dalam nama SIAKANG.
“Saat ini merupakan zaman yang sudah penuh dengan teknologi yang luar biasa. Bukanlah suatu hal yang buruk tentang perubahan SIAKAD menjadi SIAKANG,” ungkap Hanum.
Dinda Oktaviani, mahasiswa Prodi Teknik Informatika, berharap fitur-fitur yang dirancang dalam SIAKANG dapat mengatasi berbagai masalah yang sebelumnya ada pada SIAKAD. Ia juga mengingatkan pentingnya pengembangan sistem untuk mengatasi potensi bug dan masalah server error, terutama pada momen krusial seperti pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau pengambilan Kartu Rencana Studi (KRS).
“Yang namanya sistem baru pasti bakal banyak kesalahan atau bug, jadi bagus aja kalau bisa meminimalkan keluhan mahasiswa tentang SIAKAD,” tutur Dinda.
Reporter : Dini, Esther/BU
Penulis : Nadira/BU
Editor : Ardhilah/BU











