Bidikutama.com — Repository atau sistem arsip digital Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) merupakan salah satu wadah publikasi digital karya tulis berupa skripsi, tesis hingga jurnal ilmiah hasil dari civitas akademika Untirta. Khususnya mahasiswa dihimbau untuk mulai mengakses repository Untirta. Jumat (13/3)
Koordinator Repository Untirta, Piping Arif Siswandi, menjelaskan terdapat dua jenis akses yang diberlakukan. Diantaranya skripsi ataupun karya tulis ilmiah dibatasi hanya civitas akademika Untirta yang dapat mengakses sedangkan karya tulis lain dikembalikan pada penulis terkait akses.
“Skripsi atau karya tulis mahasiswa kami batasi hanya untuk civitas akademika Untirta. Sedangkan karya tulis lain di luar skripsi diserahkan kembali kepada penulisnya, apakah ingin dibuka untuk umum atau dibatasi,” jelasnya.
Berikut langkah cara mengakses repository Untirta:
1.Registrasi terlebih dahulu melalui laman resmi repositoryuntirta.ac.id.
2. Setelah registrasi, pihak perpustakaan akan memverifikasi.
3. Jika sudah terverifikasi, pihak perpustakaan akan memberi kata sandi pada pengguna.
Piping mengaku bahwa pada awal pengembangan repository, proses pendaftaran dapat dilakukan secara otomatis melalui konfirmasi email. Namun, saat ini proses tersebut dilakukan secara manual karena adanya kendala pada sistem otomatisasi. Selain tulisan, repository tersebut juga memungkinkan untuk menampilkan karya dalam bentuk lain, seperti video.
“Awal-awal repository dibuat, kita melakukan otomatisasi yaitu bisa otomatis register dengan mengirimkan email konfirmasi ke gmail. Namun akhir-akhir ini ada gangguan, maka kita melakukan verifikasi manual,” ujat Piping.
Piping mengaku, setiap harinya terdapat sekitar 10 hingga 20 pertanyaan atau pengaduan yang masuk terkait penggunaan repository melalui whatsapp. Ia mengimbau mahasiswa untuk membaca panduan yang tersedia sebelum menggunakan platform Untirta tersebut, serta melakukan registrasi akun terlebih dahulu agar dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal.
“Mahasiswa diharapkan membaca panduannya terlebih dahulu dan melakukan registrasi. Repository ini disediakan untuk memudahkan mahasiswa dalam mengakses karya ilmiah, karena saat ini skripsi dan karya tulis sudah berbentuk digital dan tidak lagi tersedia dalam bentuk fisik di perpustakaan,” tutupnya.
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Amanda, mengaku adanya repository ini memudahkan mahasiswa dalam mencari refrensi tugas bahkan skripsi. Ditambah adanya panduan cara mengakses repository di laman resminya dirasa semakin mempermudah.
“Kita tuh awalnya kebingungan, kayak misalkan orang-orang yang nggak tahu bisa aja bingung cara mengaksesnya gitu, jadi kalau udah langsung ada panduan tata cara aksesnya pasti ya bakal sangat memudahkan” ujar Amanda.
Amanda berharap repository Untirta kedepannya akan selalu lancar lamannya untuk diakses.
“Makin mudah untuk diakses juga ya intinya semoga nggak ada error-errorlah,” harapnya.
Berbeda dengan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Irene, mengatakan bahwa sejauh yang ia ketahui dengan adanya repository ini cukup membantu terlebih ketika mencari karya tulis yang dihasilkan oleh kampus sendiri. Sayangnya Irene belum secara pakem memahami cara mengakses repository Untirta tetapi ia merasa jika tata cara mengakses di lampirkan di laman website akan lebih mempermudah.
“Jika dilampirkan di laman website, informasi akan tersalur dengan merata” kata Irene.
Irene berharap bahwa laman repository di rawat sebaik mungkin agar kendala seperti bug terminimalisir. Irene pun mengakui adanya repository ini cukup membantu untuk mencari karya tulis yang dihasilkan oleh kampus.
“Meskipun kita memiliki media search engine lain seperti elsivier, google scholar, dsb, website ini mempermudah seluruh civitas akademika,” harap Irene.
Reporter: Ervi /BU
Penulis: Christya /BU











