Bidikutama.com – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagron) Universitas Sultang Ageng Tirtayasa (Untirta) menjadi tuan rumah Pertemuan Wilayah II Forum Komunikasi dan Kerjasama (FKK) Himagri Indonesia 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Pertanian Untirta pada 16 –19 April 2026 ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa Agronomi dalam Mendukung Program Swasembada dan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Inovasi dan Kolaborasi Pertanian”. Minggu (19/04).
Sedangkan Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Raihan, mahasiswa Program Studi (Prodi) Agroekoteknologi Untirta, menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah penyatuan gagasan serta penguatan sinergi antar himpunan mahasiswa agronomi di Wilayah II.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyatukan gagasan, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat sinergi antar himpunan mahasiswa agronomi guna mendorong pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Raihan berharap Pertemuan Wilayah II FKK HIMAGRI dapat menjadi forum evaluasi dan penguatan koordinasi antar himpunan mahasiswa agronomi, serta mendorong terciptanya persidangan yang lebih efektif dan profesional di masa mendatang.
“Output yang diharapkan antara lain terjalinnya kolaborasi antarhimpunan, terbentuknya regenerasi kepemimpinan, serta lahirnya gagasan konkret untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional,” kata Raihan.
Presidium I, Muhammad Rakhestra Akbar, menyampaikan bahwa proses persidangan berlangsung secara terbuka dan melibatkan berbagai perwakilan kampus.
“Persidangan sudah berjalan transparan dan terbuka, dengan melibatkan perwakilan dari berbagai universitas di Wilayah II,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemilihan koordinator wilayah dan Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) dilakukan melalui mekanisme pencalonan peserta yang memenuhi persyaratan.
“Proses pemilihan dilakukan melalui pengajuan diri oleh calon yang telah menyiapkan berkas. Calon DPO berasal dari (Universitas Ibnu Chaldun) UIC dan Koordinator Wilayah dari Untirta, dengan pemilihan dilakukan secara aklamasi karena hanya terdapat satu kandidat,” katanya.
Delegasi dari Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) Bekasi, Tegar Pratomo, menilai jalannya persidangan secara umum berjalan baik, meski masih terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi.
“Secara keseluruhan sudah cukup baik, tetapi masih ada beberapa poin yang perlu diperbaiki, seperti ketertiban dan profesionalitas dalam persidangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kendala berupa banyaknya waktu jeda yang terjadi selama sidang berlangsung. Menurutnya, hal tersebut memengaruhi efektivitas jalannya forum.
Reporter: Ariani/BU
Penulis: Wulan/BU
Editor: Intan/BU











