Bidikutama.com – Berbagai aliansi, komunitas, dan elemen masyarakat sipil dari sejumlah daerah berkumpul dalam ruang kolektif melalui diskusi publik dan pentas seni sebagai bentuk solidaritas terhadap Tahanan Politik (Tapol). Kegiatan yang terhimpun dalam agenda “Tukar Suluh” ini menjadi wadah konsolidasi lintas wilayah sekaligus penguatan kesadaran bersama di tengah dinamika sosial dan politik. Senin (30/03).
Sekretaris Jenderal Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI), Anwar Sasro Ma’ruf, menegaskan bahwa solidaritas harus diperluas melampaui isu tapol. Ia menyoroti persoalan pendidikan dan kesehatan sebagai masalah mendasar rakyat.
“Kita perlu melakukan solidaritas yang bukan hanya untuk para tapol, tapi juga diperluas karena sebentar lagi kita krisis. Pendidikan itu memang tugas negara untuk seluruh warganya, dan kesehatan adalah kewajiban negara, jadi itu hak bagi masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar Harapan Rakyat, Rizal Hakiki, menilai pengawalan terhadap proses hukum 12 tahanan politik merupakan ujian nyata bagi demokrasi Indonesia. Ia menekankan bahwa kebebasan para tapol menjadi cerminan apakah Indonesia masih berdiri di atas prinsip negara hukum.
“Proses peradilan politik bagi 12 kawan-kawan tahanan politik sangat penting untuk kita dukung dan kawal bersama. Kebebasan mereka adalah tolok ukur tegaknya prinsip negara hukum,” jelasnya.
Partisipasi juga datang dari berbagai komunitas, termasuk Pasar Gratis Jakarta, Ayu Lestari, menyatakan kehadirannya sebagai bentuk solidaritas terhadap warga terdampak, khususnya di Cibetus. Ia menyoroti dampak penangkapan terhadap keluarga korban.
“Aku datang sebagai bentuk solidaritas buat kawan-kawan yang ditangkap, juga untuk warga Cibetus yang terdampak secara ekonomi dan sosial. Dampaknya besar, terutama bagi ibu dan anak-anak yang ditinggalkan,” katanya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa Untirta sekaligus anggota Untirta Movement Community (UMC), Yoel William, menyebut forum ini sebagai momentum berharga. Ia berharap semangat solidaritas tidak berhenti hanya di ruangan itu.
“Ini merupakan momentum berharga dalam situasi adanya kawan-kawan kita yang sedang menghadapi proses hukum. Harapannya semoga semangat kita terus melipat ganda dan menjadi kesadaran kolektif untuk banyak orang,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa solidaritas lintas elemen masyarakat terus terbangun, tidak hanya sebagai respons sesaat, tetapi sebagai bagian dari gerakan kolektif dalam mengawal keadilan dan hak-hak warga negara.
Reporter: Sheril/BU
Penulis: Elsa/BU
Editor: Intan/BU










