Bidikutama.com — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tengah mempersiapkan pendirian Program Studi (Prodi) Kedokteran Hewan sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan tenaga dokter hewan di wilayah Banten. Pembahasan ini dilakukan melalui kegiatan lokakarya bersama sejumlah pihak yang terkait pada Selasa (3/3) yang berlokasi di Ruang Multimedia Gedung Rektorat Untirta Kampus E Sindang Sari. Rabu (4/3)
Wakil Dekan I Bidang Akademik FKIK Untirta, I Made Arya Subadiyasa, menyampaikan bahwa pendirian prodi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan tenaga profesional di bidang kesehatan hewan yang dinilai masih minim. Ditambah potensi sumber daya pangan dan letak geografis Banten dinilai potensial.
“Dokter hewan sedikit di wilayah Banten belum ada sekolahnya, padahal wilayahnya luas, sumber pangannya banyak, dan lokasinya strategis. Sehingga hal ini menjadi sangat potensial untuk mendirikan kedokteran hewan,” sampai Arya.
Arya juga menjelaskan bahwa proses pendirian prodi akan dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari tahap penyusunan dokumen akademik hingga kunjungan oleh lembaga terkait seperti Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) dan Perhimpunan. Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
“Setelah lokakarya, dokumen akademiknya akan dirampungkan, lalu akan dilakukan visitasi oleh AFKHI dan PDHI untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi yang ada,” jelasnya,
Ketua PDHI cabang Jatim, Muhammad Ilham Akbari Husni, turut menyampaikan dukungan terhadap rencana tersebut. la menilai pendirian Prodi Kedokteran Hewan di Untirta merupakan langkah yang tepat untuk menjawab kebutuhan daerah.
“Sangat mendukung dan kita bisa memberikan perhatian yang besar karena kebutuhan daerah ini memang harus dipenuhi,” katanya.
la juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan dengan memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta kurikulum yang matang. Dengan adanya rencana ini, diharapkan Program Studi Kedokteran Hewan Untirta dapat segera berdiri dan berkontribusi dalam memperkuat sistem kesehatan hewan di Indonesia, khususnya di wilayah Banten.
“Segera terbentuk dan untuk menjamin mutunya maka seluruh infrastruktur yang dibutuhkan harus dipersiapkan sebaik-baiknya,” tekannya.
Reporter: Nadira/BU, Cadilla/BU
Penulis: Khansa/BU
Editor: Anindya/BU










