Bidikutama.com – Aksi kembali dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang bertajuk “Raport Merah”. Aksi ini digelar di dua titik yaitu Alun – Alun Kota Serang dan Bunderan Ciceri pada Sabtu (2/5). Dalam aksi ini menyoroti sederet isu tentang pendidikan. Minggu (3/5)
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Alun – Alun Kota Serang, Ahmad Zaenudin, mengatakan tuntutan yang disampaikan yaitu tentang tingginya angka putus sekolah yang terjadi, di mana ini dilakukan agar siswa bisa menjalankan tugasnya sebagai pelajar
“Ada sekitar 8.000 siswa yang putus sekolah dan apabila tidak bertindak kita akan terus tertindas,” ujarnya
la juga menambahkan perlunya adanya penghentian komersialisasi di bidang pendidikan yang marak terjadi di lingkungan sekolah.
“Jangan ada pendidikan yang di komersialisasi dan dijadikan bisnis,” tambahnya.
Sementara itu, Korlap aksi Ciceri, Dedi Setiawan, menyoroti adanya ketimpangan antara program prioritas pemerintah dengan realita fasilitas pendidikan di daerah pelosok yang jauh dari kata layak. Ia menekankan perlu adanya pengalihan fokus anggaran demi memperbaiki infrastruktur sekolah yang rusak baik di wilayah kabupaten dan kota.
“Banyak fasilitas sekolah yang sangat jauh fasilitasnya dibandingkan dapur MBG,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Ruang Kelas Baru karena masih banyaknya sekolah di daerah pelosok yang kondisinya sangat tidak layak dengan memperbaiki fasilitas dasar seperti tembok dan bangku sekolah yang rusak.
”Kasih anggarannya buat perbaikan sekolah seperti tembok dan bangku sekolah,” tutupnya.
Peserta aksi, Gema Rheksa, menekankan tentang pentingnya transparansi biaya pendidikan di perguruan tinggi, sehingga tidak ada lagi mahasiswa yang merelakan pendidikannya terhenti akibat kendala biaya.
“Banyak sekali yang tidak lanjut kuliah karena terkendala dengan biaya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan terkait upaya banding yang sudah dilakukan oleh mahasiswa seringkali tidak membuahkan hasil yang jelas
“Upaya banding yang dilakukan tidak pernah jelas solusinya seperti apa,” tegasnya.
Peserta aksi lainnya, Geri Wijaya, turut menanggapi tentang prioritas anggaran pemerintah. la menilai anggaran pendidikan yang seharusnya difokuskan pada pembenahan fasilitas dasar pendidikan daripada dialihkan ke program lain.
“Anggaran pendidikan yang lebih besar justru dialihkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memang jauh untuk menjawab kebutuhan dasar dunia pendidikan,” ujarnya.
Reporter : Sheril/BU, Ahmad/BU, Moreno/BU
Penulis : Dilla/BU
Editor : Anindya/BU










