• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Sabtu, 16 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Hardnews

Sorot Timpangnya Pendidikan hingga Pembangunan, Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi

5 Mei. 2026
pada Hardnews
0
Sorot Timpangnya Pendidikan hingga Pembangunan, Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi
54
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), mahasiswa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Banten menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) pada Senin (4/5). Aksi tersebut menyuarakan persoalan ketimpangan pendidikan hingga isu pembangunan yang dinilai belum terselesaikan hingga kini. Selasa (5/5)

Aksi ini bertajuk “Pendidikan Hancur, Rakyat Menganggur, Banten Harus Jujur.” Tema tersebut berangkat dari kekecewaan mahasiswa terhadap kondisi pendidikan serta arah pembangunan di Banten sebagai contoh Banten Utara dan Banten Selatan dinilai sangat timpang.

Perwakilan dari BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta, mengatakan bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah daerah masih belum memadai, bahkan belum memenuhi standar dasar kegiatan belajar mengajar.

“Pembangunan pendidikan di Banten masih belum merata. Sarana dan prasarana masih kurang memadai, bahkan belum memenuhi standar sekolah yang layak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan edukasi dan advokasi tetap diupayakan tersebar di masyarakat agar masyarakat Banten lebih peduli terhadap kondisi daerahnya.

“Tentunya kami terus bersuara, menyebar edukasi dan advokasi kepada masyarakat agar lebih aware terhadap kondisi daerah,” tambahnya.

Selain sektor pendidikan, mahasiswa juga menyoroti arah pembangunan daerah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Proyek PIK (Pantai Indah Kapuk) 2 di Kabupaten Tangerang menjadi salah satu fokus kritik dalam aksi tersebut.

Mahasiswa dari Universitas Tangerang Raya, Galih Raka Ridatin, menyebutkan proyek tersebut sebagai simbol ketimpangan sosial karena manfaat ekonominya dinilai tidak dirasakan secara merata.

“PIK 2 menjadi simbol ketimpangan sosial. Pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan tidak dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah, melainkan hanya oleh kelompok tertentu,” tutur Galih.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai polemik terkait proyek tersebut, mulai dari persoalan perizinan hingga dugaan adanya kepentingan tertentu, semakin memperkuat ketidakpercayaan masyarakat terhadap kebijakan pembangunan.

“Sangat-sangat melenceng daripada tugas awal karena mang isu PIK 2 ini sangat sensitif. Awalnya pagar laut tidak berizin ketika diselidiki, tetapi ternyata punya izin dan pemerintahan sebelumnya yang mengizinkan, dioperalis kepada pemerintahan berikutnya,” tambahnya.

Di sisi lain, mahasiswa turut menyoroti kesejahteraan guru, khususnya guru honorer yang dinilai masih jauh dari layak. Rendahnya gaji dianggap tidak sebanding dengan beban kerja serta peran strategis mereka dalam dunia pendidikan.

“Gaji guru honorer masih sangat rendah. Jika dibandingkan dengan program lain, perbedaannya sangat jauh,” ungkap Galih.

Dalam aksi tersebut, Galih juga mengkritik lambannya respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat. Mereka menilai hal ini tidak terlepas dari sistem birokrasi yang dinilai berbelit dan tidak berpihak.

“Birokrasi yang panjang dan hirarki yang rumit membuat aspirasi masyarakat tidak tersampaikan dengan baik, apalagi jika diisi oleh pihak yang tidak berpihak kepada masyarakat,” ujar Galih.

Reporter: Ahmad/BU, Moreno/BU, Rafi/BU
Penulis: Malika Janur Kuning/BU
Editor: Aqila/BU

KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Pusat Kepolisian Terintegrasi Kampus, Apa Tujuannya?

Pos Selanjutnya

Momen Hardiknas, Makna Belajar di Tengah Tuntutan Industri

BERITA TERKAIT

Babak Baru Sidang Demo Agustus, Para Terdakwa Saling Bersaksi 

Babak Baru Sidang Demo Agustus, Para Terdakwa Saling Bersaksi 

15 Mei. 2026
12
Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

13 Mei. 2026
24
Pos Selanjutnya
Momen Hardiknas, Makna Belajar di Tengah Tuntutan Industri

Momen Hardiknas, Makna Belajar di Tengah Tuntutan Industri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Ganjar Pranowo Senggol Profesi Jurnalis, Begini Tanggapan Akademisi Untirta

Ganjar Pranowo Senggol Profesi Jurnalis, Begini Tanggapan Akademisi Untirta

28 Sep. 2023
131
Adakan Telekonferensi Pers, DPM Untirta Nyatakan Pemira 2022 Selesai

Adakan Telekonferensi Pers, DPM Untirta Nyatakan Pemira 2022 Selesai

20 Jan. 2023
198

Berita Populer

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
903
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
5k
Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

13 Mei. 2026
31
Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
4.9k
Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

8 Mei. 2021
3.3k
Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

13 Mei. 2026
24

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio