• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Minggu, 11 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Jalan-Jalan

Finding Nemo di Pulau Pahawang

8 Nov. 2014
pada Jalan-Jalan
0
Finding Nemo di Pulau Pahawang

Finding Nemo di Pulau Pahawang, Foto: Averus F

171
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Pasti kalian pernah menonton film Finding Nemo. Ya, sewaktu saya kecil dulu, saya pikir, saya hanya bisa melihat sosok Nemo dari layar televisi saja, dan berfikir bahwa Nemo hanya ada di perairan luar negeri. Akan tetapi akhir-akhir ini, saya baru saja tahu bahwa ikan cantik ini ternyata ada di perairan Indonesia! Yeay.

Jadi pada bulan Agustus 2014 lalu, tepatnya pada hari libur kemerdekaan Indonesia yang ke-69, saya mendapat kesempatan untuk berlibur sekaligus merayakan hari kemerdekaan RI di pulau Pahawang, Provinsi Lampung, dan saya menemukan Nemo di salah satu spot snorkeling yang ada di sekitar pulau Pahawang. Tapitidak hanya menemukan Nemo, saya juga menemukan keindahan yang luar biasa dibawah laut Pahawang ini. Mau tahu apa saja yang saya temukan? Lanjut dong bacanya.

Sebelumnya saya ingin menyampaikan pada kalian semua,saya sangat bangga menjadi warga Negara Indonesia dengan segala kekayaan alamnya yang tak terhitung. Lupakan semua yang buruk tentang Indonesia, nikmati Indonesia dengan warna hijaunya.

Pukul tujuh pagi, saya dan rombongan tiba di pelabuhan Ketapang yang terletak di sebuah desa kecil bernama Ketapang, yang ada di wilayah Pesawaran, Lampung. Sebelumnya, saya memulai perjalanan dari Cilegon, Banten, dan berkumpul di pelabuhan Merak bersama rombongan. Jarak tempuh Merak-Ketapang memakan waktu sampai 6 jam. Lumayan capek sih di jalan.

Sambil menunggu salah satu rombongan yang berasal dari kota Lampung, pagi itu kami memulai dengan sarapan terlebih dahulu, sekaligus berganti pakaian untuk snorkeling di pulau Kelagian.

Pelabuhan Ketapang, Foto www.temanjalanid.com
Pelabuhan Ketapang, Foto www.temanjalanid.com

Setelah rombongan lengkap, saya dan rombongan menaiki perahu untuk menuju pulau Kelagian yang menjadi spot snorkeling pertama pada hari itu. Pulau Kelagian adalah salah satu pulau kecil yang terletak di sekitar pulau Pahawang.

Sampai di Kelagian, mata saya diberi pemandangan yang luar biasa indahnya, yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Cuaca pada hari itu cerah dan berawan. Air yang berwarna hijau kebiruan, terumbu karang yang terlihat dari atas perahu, juga ikan-ikan kecil yang bersembunyi dibalik terumbu menjadi pemandangan “Selamat Datang” bagi saya. Rasa-rasanya, perjalanan yang melelahkan untuk menuju lukisan Tuhan yang satu ini, semuanya terbayar lunas.

Puas dengan spot pertama snorkeling, kami diajak menyisir kembali spot-spot snorkeling di sekitar Kelagian sampai pukul dua belas siang. Saking asyiknya snorkeling, karena itu adalah pengalaman pertama saya snorkeling, saya sampai lupa untuk mengisi perut. Lalu perahu kami menuju pulau Tanjung Putus untuk makan siang terlebih dahulu.

Untuk foto pulau Tanjung Putus sendiri saya tidak mengambil foto pulau tersebut secara keseluruhan, akan tetapi saya punya foto ini:

Bintang laut yang ditemukan di pantai Tanjung Putus, Foto: Nihlah Ayu
Bintang laut yang ditemukan di pantai Tanjung Putus, Foto: Nihlah Ayu

Saya menemukan bintang laut tersebut di pinggiran pantai Tanjung Putus. Ada sekitar delapan bintang laut yang saya temukan, beberapa sudah mati karena terinjak-injak orang yang berkunjung ke pulau itu. Bintang laut ini mudah sekali terinjak karena tidak terlihat dengan orang-orang yang melewati pantai tersebut. Warna bintang laut yang serupa dengan pasir, membuat ia sering tidak terlihat oleh orang yang berkunjung.

Selesai makan di Tanjung Putus, saya kira snorkelingnya sudah selesai. Ternyata, masih ada 3 spot snorkeling lagi yang akan kami kunjungi.

Spot snorkeling pulau Pahawang, Foto: Nihlah Ayu
Spot snorkeling pulau Pahawang, Foto: Nihlah Ayu

Sudah 4 spot snorkeling yang kami kunjungi, tapi saya belum juga Finding Nemo di spot-spot snorkeling tersebut. Tibalah kami di spot snorkeling terakhir, yaitu pulau Pahawang. Meski bukan saya duluan yang menemukan Nemo di spot ini, tapi saya tetap merasa beruntung. Akhirnya…. Saya bertemu Nemo! “Hai, Nemo, sudah sekian lama aku mencarimu tapi kau selalu bersembunyi”.

Spot terakhir, pulau Pahawang. Foto: Citra Dewi
Spot terakhir, pulau Pahawang. Foto: Citra Dewi
Finding Nemo di Pulau Pahawang, Foto: Averus F
Finding Nemo di Pulau Pahawang, Foto: Averus F

Menjelang sore, kami menuju homestay di Pulau Pahawang. Sayang sekali, sore itu awan menutupi matahari yang siap mempertunjukkan kebolehannya ketika ia akan tenggelam. Jadi, gagal dapet sunset deh.

Kegiatan kami pada malam hari tidak banyak, hanya makan lalu menerbangkan lampion untuk keseruan liburan kali ini.

Penerbangan lampion. Foto: Nihlah Ayu
Penerbangan lampion. Foto: Nihlah Ayu

Keesokan paginya, saya bangun pagi sekali demi melihat sunrise di pulau Pahawang. Meski sore kemarin saya gagal mendapatkan sunset di pinggiran Pahawang, pagi ini matahari dan awan seperti sudah berunding sebelumnya, mereka menampakkan diri dengan indahnya.

Sunrise. Foto: Nihlah Ayu
Sunrise. Foto: Nihlah Ayu

Usai menikmati sunrise, saya kembali ke homestay untuk sarapan. Setelah sarapan, kami bersiap untuk berkeliling pulau Pahawang Kecil.

Sampai di Pahawang Kecil, terlihat sebuah resort kecil di pulau Pahawang Kecil yang dimiliki warga Negara Perancis. Kami tidak diperbolehkan bermain-main di sekeliling resort itu, terlebih jika pemiliknya sedang berlibur di resortnya, kami tidak diperbolehkan ke Pahawang Kecil. Berjalan sedikit kea rah kiri Pahawang Kecil, kami melihat pasir timbul disana.

Jika pada umumnya di tengah laut airnya cenderung memiliki kedalaman yang cukup dalam, akan tetapi pada pasir timbul ini, sampai di tengah laut pun kita akan tetap berada seperti di pantai. Pada pagi hari, pasir ini timbul lumayan tinggi, semakin siang, pasirnya semakin tertutup oleh air.

Pasir Timbul di sisi kiri pulau Pahawang Kecil. Foto: Nihlah Ayu
Pasir Timbul di sisi kiri pulau Pahawang Kecil. Foto: Nihlah Ayu

Sayangnya, kami tidak snorkeling di sekitar Pahawang Kecil yang merupakan spot paling bagus menurut pendamping kami. Kecewa, tapi, ya sudahlah. Setelah itu kami kembali menuju homestay di Pahawang untuk berkemas dan kembali pulang ke rumah masing-masing. Bye, Pahawang!

Jadi, inilah cerita Finding Nemo saya di pulau Pahawang. Ayo angkat tasmu untuk keliling Indonesia.

Nihlah Ayu

LPM Bidik Utama

Tag: jalan jalanlampungpulau pahawangwisata bahari
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Alitt Shitlicious: Ide Menulis Bisa Dari Mana Saja

Pos Selanjutnya

HMTI Sukses Gelar Acara Puncak INDEX 2014

BERITA TERKAIT

Soft Launching LRT Rp1 Beserta  Tiket Ancol Gratis HUT Jakarta

Soft Launching LRT Rp1 Beserta Tiket Ancol Gratis HUT Jakarta

3 Jun. 2023
85
6 Rekomendasi Kafe di Serang, Wajib Masuk Daftar Favoritmu!

6 Rekomendasi Kafe di Serang, Wajib Masuk Daftar Favoritmu!

22 Mei. 2021
800
Pos Selanjutnya
HMTI Sukses Gelar Acara Puncak INDEX 2014

HMTI Sukses Gelar Acara Puncak INDEX 2014

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

HMJ PBI Gelar Panggung Apresiasi Rayakan Hari Puisi

HMJ PBI Gelar Panggung Apresiasi Rayakan Hari Puisi

29 Apr. 2021
75
Ketika Jolly Roger Berkibar di Bulan Kemerdekaan

Ketika Jolly Roger Berkibar di Bulan Kemerdekaan

7 Agu. 2025
28

Berita Populer

Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
3.3k
Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

10 Jan. 2026
66
Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

23 Nov. 2023
2.2k
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
290
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.2k
KPUM FKIK Resmi Tetapkan Pimpinan BEM Periode 2026-2027

KPUM FKIK Resmi Tetapkan Pimpinan BEM Periode 2026-2027

14 Des. 2025
52

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio