Bidikutama.com — Film berjudul “Atas Nama Daun” merupakan film dokumenter yang mengangkat isu ganja di Indonesia dari sudut pandang sosial, hukum, dan kemanusiaan. Film ini tidak sekadar membahas ganja sebagai narkotika yang terlarang, tetapi juga menyoroti perdebatan kebijakan publik di baliknya. Rabu (4/2).
Dokumenter ini menjelaskan posisi ganja sebagai narkotika golongan I dalam hukum Indonesia dengan ancaman sanksi berat. Di sisi lain, film menghadirkan narasumber yang mempertanyakan kebijakan tersebut, terutama dalam konteks kebutuhan medis dan hak atas kesehatan.
Beberapa pandangan dalam film juga membandingkan kebijakan Indonesia dengan negara lain yang telah melegalkan ganja untuk kepentingan medis. Perbandingan tersebut disajikan sebagai bahan refleksi, bukan sebagai ajakan normatif.
Kekuatan film terletak pada penyampaiannya yang argumentatif namun tidak provokatif. Narasi dibangun secara runtut sehingga penonton diajak memahami kompleksitas isu tanpa disederhanakan menjadi persoalan hitam-putih.
Dari sisi visual, dokumenter ini sederhana dan berfokus pada wawancara serta penjelasan narasumber. Pendekatan tersebut membuat substansi menjadi pusat perhatian, meski temanya tergolong sensitif.
Secara keseluruhan, “Atas Nama Daun” relevan bagi masyarakat yang tertarik pada isu hukum, kesehatan, dan kebijakan publik. Film ini tidak memaksakan kesimpulan, tetapi mendorong penonton untuk melihat perspektif persoalan ganja secara lebih kritis dan kontekstual.
Penulis: Nabila/BU
Editor: Rhamaditya/BU











