• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Resensi

Gadis Kretek : Sejarah, Cinta Segitiga, dan Rahasia Pembuatan Kretek

24 Agu. 2023
pada Resensi
0
Gadis Kretek : Sejarah, Cinta Segitiga, dan Rahasia Pembuatan Kretek

Sumber : Gramedia.com

1.9k
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Novel “Gadis Kretek” karya Ratih Kumala ini akan diadaptasi ke dalam bentuk serial di aplikasi streaming berbayar Netflix secara global dengan judul yang sama. Novel ini berisikan 247 halaman yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Gadis Kretek mengisahkan tentang kombinasi tragedi dan romansa, dengan kisah cinta antara Raja dan Jeng Yah menjadi fokus utama dalam novel ini. Pak Raja sangat terpesona oleh kretek yang diproduksi oleh perempuan itu. (24/8)

Menceritakan tentang pencarian 3 orang anak pewaris pabrik kretek terbesar dari Kudus yang bernama Kretek Djagat Raja dengan Jeng Yah, nama yang sering disebut-disebut Soeraja yang merupakan Romo mereka ketika sekarat. Tiga putra Soeraja percaya bahwa pembicaraan terakhir ayah mereka adalah permintaan yang harus dipenuhi. Lebas, si putra bungsu, mulai menyusun informasi dari percakapan terakhir sang Romo, yang telah mulai kehilangan ingatannya. Lebas berhasil menggali petunjuk mengenai keberadaan terakhir Jeng Yah.

Mencari Jeng Yah seperti mengikuti jejak masa lalu yang mengungkapkan segala rahasia bisnis dan keluarga, termasuk kisah asmara Romo mereka dengan pemilik lidah Roro Mendhut, yang juga dikenal sebagai pemilik Kretek Gadis, merek kretek lokal yang terkenal di Kota M pada era itu. Gadis Kretek tidak hanya mengeksplorasi romansa Soeraja dan Jeng Yah, namun juga menghadirkan latar belakang yang kental dengan budaya Jawa seperti kota M, Kudus, dan beberapa wilayah lain di Jawa Tengah selama periode penjajahan Jepang hingga pemberontakan PKI. Ini mengajak pembaca dalam petualangan sejarah dan industri kretek di Indonesia. Novel ini terdiri dari 15 bab, dimulai dengan kesehatan yang memburuk dari tokoh legendaris, Pak Soeraja, yang sekarang dalam kondisi sekarat. Yang menemaninya bukanlah istri sejatinya, tetapi Jeng Yah, seorang nama yang telah lama terlupakan.

Alur yang digunakan adalah alur maju-mundur sehingga pembaca akan memahami kisah-kisah yang melatarbelakangi kejadian pencarian Jeng Yah. Alur cerita yang maju mengeksplorasi perjalanan pencarian Jeng Yah oleh ketiga anak Soeraja. Meskipun memiliki sedikit informasi tentang keberadaan Jeng Yah, perjalanan mereka tidaklah mudah. Meskipun mereka saudara, Lebas (anak ketiga) dan Tegar (anak pertama) seringkali memiliki perbedaan pendapat yang menyebabkan pertengkaran. Karim (anak kedua) merasa kesulitan untuk menjadi penengah di antara mereka. Konflik ini cukup menghambat perjalanan mereka ke Jawa dalam pencarian Jeng Yah. Di sisi lain, alur cerita yang mundur membawa kita lebih dalam ke dalam perjalanan generasi pertama dan kedua dalam membangun bisnis rokok.

Harap diingat bahwa novel ini secara keseluruhan mengisahkan tiga generasi dari dua keluarga yang berselisih di Kota M. Perselisihan ini berakar pada dua hal: kretek dan cinta. Awalnya, kisah dimulai dengan persaingan generasi pertama, yaitu Idroes Moeria dan Soejagad, yang bersaing baik dalam merebut gadis yang mereka cintai maupun dalam bisnis kretek selama masa penjajahan Belanda-Jepang. Kemudian, cerita berlanjut ke generasi kedua, melibatkan Dasiyah, Soeraja, dan Purwanti, yang hidup di masa G30S PKI. Akhirnya, cerita mencapai generasi ketiga yang mengungkapkan persaingan keluarga mereka dengan cara yang menurut pembaca lebih bijak dan elegan daripada dramatis. Mengikat tiga generasi keluarga dalam sebuah cerita yang menarik sambil mempertahankan ritme yang membuat pembaca penasaran dengan konfliknya tidaklah mudah. Namun, cerita ini berhasil diselesaikan dengan baik, dengan plot twist yang membuat pembaca akan terkejut.

Tokoh dan karakter dalam novel ini tidak digambarkan secara tegas sebagai protagonis atau antagonis. Setiap karakter memiliki sisi baik dan buruknya masing-masing, seolah-olah ingin menunjukkan bahwa manusia tidak pernah sepenuhnya sempurna; ada baik dan buruk dalam diri mereka. Namun, di antara semua karakter, keluarga Gadis Kretek, terutama ayah dan ibunya, Idroes Moeria dan Roemaisa, sangat menarik perhatian pembaca.

Ilustrasi-ilustrasi kemasan kretek yang dikeluarkan oleh kedua pabrik yang bersaingan (Pabrik Idroes Moriea dan Pabrik Soejagat) juga menarik perhatian bagi pembaca. Karena ilustrasi pada kemasan ini sangat unik dan membantu pembaca untuk dengan mudah membayangkan tampilan kemasannya.

Penulis : Renal/BU
Editor : Uswa/BU

Tag: bukuGadis kretekNovelResensi
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Prodi Teknik Industri Untirta Berhasil Raih Predikat Unggul

Pos Selanjutnya

Menilik Kebijakan Menjelang Pesta Demokrasi 2024

BERITA TERKAIT

Mengingat Luka Lama dalam Dokumenter “Ingatan dari Timor”

Mengingat Luka Lama dalam Dokumenter “Ingatan dari Timor”

28 Apr. 2026
14
Tenggelam Dalam Diam Dari Pesisir Pantai 

Tenggelam Dalam Diam Dari Pesisir Pantai 

17 Apr. 2026
11
Pos Selanjutnya
Menilik Kebijakan Menjelang Pesta Demokrasi 2024

Menilik Kebijakan Menjelang Pesta Demokrasi 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Ratusan Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN Padati Kampus Untirta

17 Jun. 2015
59
Seba Baduy 2026, Pemprov Banten Tekankan Adat Lingkungan

Seba Baduy 2026, Pemprov Banten Tekankan Adat Lingkungan

27 Apr. 2026
33

Berita Populer

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
5k
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
886
Sekolah Inklusi Menolak Siswa Disabilitas, Dimana Letak Keadilan?

Sekolah Inklusi Menolak Siswa Disabilitas, Dimana Letak Keadilan?

2 Jul. 2025
541
Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

8 Mei. 2021
3.3k
Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
4.9k
Dijamin Keren! Ini 5 Rekomendasi Buku Nonfiksi

Dijamin Keren! Ini 5 Rekomendasi Buku Nonfiksi

22 Feb. 2021
999

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio