• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Senin, 18 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Resensi

Kritik dan Diskriminasi dalam Buku Re: dan Perempuan 

5 Nov. 2024
pada Resensi
0
Kritik dan Diskriminasi dalam Buku Re: dan Perempuan 

Sumber : kompasiana.com

183
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Buku Re: dan Perempuan karya Maman Suherman menggambarkan sisi lain kehidupan seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) lesbian yang berjuang menjalankan profesinya di tengah stigma dan diskriminasi masyarakat. Melalui tokoh utama bernama Re, buku ini menyoroti bagaimana ia harus bertahan hidup dengan menjadi pekerja seks, menghadapi tantangan membesarkan anak, kesulitan finansial, dan status sosial yang sering dianggap berada di lapisan terbawah masyarakat. Selasa (5/11)

PSK selalu menuai kontroversi yang tak lekang oleh waktu. Faktanya praktik jasa prostitusi sudah ada sejak peradaban kuno ribuan tahun lalu. Namun, praktik prostitusi pada peradaban kuno cukup berbeda dengan prinsip praktik prostitusi modern. Praktik prostitusi pada peradaban kuno justru diperuntukkan kepentingan agama.

Pada masa itu, para perempuan mengabdi pada kuil dewa Ishtar, dewi cinta dan perang. Mereka menawarkan jasa tubuh mereka untuk para pria yang menyumbangkan uang untuk kuil. Jasa yang ditawarkan yakni menggunakan kekuatan tubuh para perempuan ini yang dianggap suci.

Seiring berjalannya waktu, ada pergeseran representasi praktik prostitusi yang diiringi berubahnya nilai moral di sosial bahkan munculnya stigma. Pada era modern, khususnya di Indonesia praktik prostitusi dinilai tabu. Para PSK kerap dipersepsikan perusak moral bangsa, alasan diantaranya yakni PSK berlawanan dengan iklim Indonesia yang memegang erat nilai nilai agama. Pertanyaannya, apakah stigma yang dipikul PSK selaras dengan individu yang lain, sama halnya berbuat dosa namun stigma yang dipikul tidak sebanding dengan apa yang PSK pikul?.

Buku Re: dan Perempuan karya Maman Suherman menggambarkan sisi lain kehidupan seorang PSK lesbian yang berjuang menjalankan profesinya di tengah stigma dan diskriminasi masyarakat. Melalui tokoh utama bernama Re, buku ini menyoroti bagaimana ia harus bertahan hidup dengan menjadi pekerja seks, menghadapi tantangan membesarkan anak, kesulitan finansial, dan status sosial yang sering dianggap berada di lapisan terbawah masyarakat.

Buku ini menyajikan kesinambungan persoalan hidup yang Re rasakan dari ia kecil hingga ia tumbuh dewasa. Mulai dari hiruk pikuk kekerasan dan penelantaran yang dibumbui kondisi finansial yang mencekik. Bahkan isu kurangnya pendidikan dan perdagangan manusia menjadi sorotan yang menarik ditelusuri lebih dalam. Haus akan cinta dan pengakuan juga tak lekang dari pencarian jati diri Re hingga ia memutuskan menjadi seorang PSK. Kecanduan yang dialami Re disinyalir pelariannya dalam menjalani kerasnya kehidupan.

Buku Re dan Perempuan yang pertama kali terbit 2014, menyuarakan isu tabu yang hadir ditengah masyarakat. Mengungkap hal yang mendorong seorang PSK memutuskan jalan kehidupannya yang dinilai berseberangan dengan nilai moral masyarakat. Hal ini juga mampu mendorong para pembaca mengkritik secara tidak langsung kurang pedulinya pemerintah pada hak kaum marginal.

 

Penulis : Nadira/BU

Editor : Ardhilah/BU

Tag: Berita Mahasiswaberita untirtabukuDiskriminasiKritikPerempuanResensi
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Beberapa Situs Untirta Diduga Diretas, UPA-TIK Angkat Bicara

Pos Selanjutnya

Sering Adanya Titip Kursi di Shuttle Bus, Pihak Kampus Berencana Tambah Armada

BERITA TERKAIT

Mengingat Luka Lama dalam Dokumenter “Ingatan dari Timor”

Mengingat Luka Lama dalam Dokumenter “Ingatan dari Timor”

28 Apr. 2026
16
Tenggelam Dalam Diam Dari Pesisir Pantai 

Tenggelam Dalam Diam Dari Pesisir Pantai 

17 Apr. 2026
13
Pos Selanjutnya
Sering Adanya Titip Kursi di Shuttle Bus, Pihak Kampus Berencana Tambah Armada

Sering Adanya Titip Kursi di Shuttle Bus, Pihak Kampus Berencana Tambah Armada

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Watchdoc dan BEM Fisip : Bedah Gelombang Tambang Satar Punda

Watchdoc dan BEM Fisip : Bedah Gelombang Tambang Satar Punda

2 Agu. 2022
27
Menilik Kasus Agus, Antara Fokus pada Tindak Kriminal dan Stigma Ableisme

Menilik Kasus Agus, Antara Fokus pada Tindak Kriminal dan Stigma Ableisme

19 Des. 2024
57

Berita Populer

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
5k
Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

13 Mei. 2026
39
Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

16 Mei. 2026
37
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
910
Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

13 Mei. 2026
25
Putusan Hakim pada Kasus Harvey Moeis, Sudah Tepatkah?

Putusan Hakim pada Kasus Harvey Moeis, Sudah Tepatkah?

31 Des. 2024
867

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio