Bidikutama.com – Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna adalah sebuah kisah yang mengiris hati, tetapi menyisakan kehangatan, seperti pelukan di tengah badai. Ale atau Blek di usia 37 tahun, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, tetapi sebuah keinginan sederhana untuk menikmati seporsi mie ayam terakhir membawanya pada perjalanan tak terduga. Senin (7/4)
Selama tiga minggu, buku ini mengajak untuk menyusuri lorong-lorong gelap kehidupannya mulai dari kenangan masa kecil yang dipenuhi bullying, kegagalan yang bertumpuk, hingga kesepian yang menggerogoti perlahan. Namun, di tengah keputusasaan itu, pertemuannya dengan orang-orang biasa seperti seorang penjual kerupuk tunanetra, pekerja seks, atau ibu pemilik warteg justru menjadi cermin yang memantulkan serpihan-serpihan harapan.
Brian Khrisna menulis dengan gaya yang puitis, tetapi jujur seolah menyelami setiap sudut kegelapan jiwa Ale tanpa rasa takut. Kalimat-kalimatnya pendek dan menusuk, seperti pisau yang perlahan mengupas lapisan-lapisan kesedihan. Suasana kesepian yang digambarkan begitu nyata sehingga membuat pembaca ikut merasakan sesaknya kamar apartemen Ale.
Novel ini tidak berusaha menggurui atau memberikan solusi instan atas depresi yang dialami Ale. Sebaliknya, ia mengajak pembaca untuk duduk diam di sampingnya, merasakan setiap gejolak emosi tanpa penghakiman. Ale tidak tiba-tiba sembuh di akhir cerita, tetapi ia belajar bahwa terkadang bertahan hidup dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti ada mie ayam untuk makan di esok hari. Buku ini seperti teman yang memahami yang tidak banyak bicara, tetapi membuat pembaca merasa tidak sendirian.
Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati adalah sebuah pengingat bahwa di balik luka yang dibawa, selalu ada kemungkinan untuk menemukan secercah cahaya meskipun cahaya itu datang dari tempat yang paling tak terduga.
Penulis : Irfan/BU
Editor : Raffa/BU











