Bidikutama.com — Film dokumenter “Angin Timur” menghadirkan potret kehidupan nelayan di wilayah pesisir Indonesia yang penuh tantangan yang disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Yusuf Priambodo. Karya dokumenter yang berdurasi 101 menit ini tidak hanya menampilkan aktivitas melaut, tetapi juga memperlihatkan berbagai persoalan struktural yang memengaruhi kesejahteraan nelayan. Jumat (27/3)
Secara umum, film ini menggambarkan bagaimana nelayan harus berhadapan dengan kesulitan ekonomi, tingginya harga bahan bakar, serta kerusakan lingkungan yang berdampak langsung pada hasil tangkapan. Kondisi tersebut membuat kehidupan nelayan jauh dari kata sejahtera, meskipun Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan sumber daya laut yang melimpah.
Dokumenter ini juga menyoroti persoalan distribusi bahan bakar yang tidak merata. Nelayan kesulitan memperoleh solar bersubsidi sehingga terpaksa membeli dari pengepul dengan harga lebih tinggi, yang pada akhirnya menekan pendapatan mereka. Dalam situasi tersebut, banyak nelayan harus mencari pekerjaan tambahan untuk bertahan hidup.
Dari sisi penyajian, “Angin Timur” menggunakan pendekatan observasional yang membuat penonton seolah ikut berada di tengah kehidupan nelayan. Visual yang sederhana dan pengambilan gambar yang tidak selalu sempurna justru memperkuat kesan realisme yang ingin disampaikan.
Tempo cerita dalam film ini disajikan cenderung lambat menjadi salah satu dinilai kelemahan film ini. Beberapa bagian terasa repetitif dan kurang dinamis, sehingga berpotensi membuat penonton kehilangan fokus.
Meski demikian, kekuatan utama dokumenter ini terletak pada pesan sosial yang dibawanya. Film ini mengajak penonton untuk lebih memahami kondisi nelayan, menghargai kerja mereka, serta menyadari pentingnya menjaga lingkungan laut. Selain itu, isu ketidakadilan dan praktik yang merugikan nelayan juga menjadi sorotan yang relevan dengan kondisi saat ini.
Secara keseluruhan, “Angin Timur” merupakan dokumenter yang kuat secara pesan meskipun memiliki beberapa kekurangan dari segi teknis dan ritme cerita. Film ini layak ditonton bagi mereka yang ingin memahami realitas kehidupan nelayan dan persoalan yang melingkupinya secara lebih mendalam.
Penulis: Syerel/BU
Editor: Rhamaditya/BU











