• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Rabu, 22 April 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda softnews

Jejak Budaya Seba Baduy, Tradisi Kearifan Leluhur

4 Mei. 2025
pada softnews
0
Jejak Budaya Seba Baduy, Tradisi Kearifan Leluhur

Sumber: Dokumen pribadi

103
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Seba Baduy merupakan sebuah tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Suku Baduy yang bermukim di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat Baduy kepada pemerintah sebagai simbol relasi antara masyarakat adat dengan pemerintah Banten dalam bingkai adat dan kearifan lokal. Minggu (5/4)

Seba adalah prosesi berjalan kaki secara kolektif dari kampung menuju pusat pemerintahan untuk menyerahkan hasil bumi dan menjalin silaturahmi dengan pemerintah Banten. Hasil bumi yang dibawa biasanya berupa padi, madu, gula aren, dan hasil alam lainnya.

Proses Seba diawali dengan keberangkatan secara kolektif dari Desa Kanekes pada dini hari, rombongan Baduy Dalam tiba di Alun-Alun Rangkasbitung pada Jumat, 2 Mei 2025. Di lokasi ini, mereka menyerahkan hasil bumi dan menyampaikan pesan adat kepada Bupati Lebak sebagai bentuk ketaatan terhadap amanah leluhur.

Pada esok hari, prosesi Seba dilanjutkan di Alun-Alun Kabupaten Serang, rangkaian Seba ditutup dengan kunjungan ke wilayah Kabupaten Pandeglang. Dalam wawancara bersama Pak Samin dari Baduy Dalam, ia menjelaskan bahwa tradisi Seba terdiri dari dua jenis, yakni Seba Gede (seba besar) dan Seba Leutik (seba kecil).

“Aya seba gede jeung seba leutik,” ujar Pak Samin pada Tim Bidik Utama.

Pada Sabtu, 2 Mei 2025 bertempat di alun-alun Rangkas menjadi pelaksanaan Seba Gede yang memiliki nilai spiritual dan adat yang lebih tinggi karena merupakan amanah langsung dari para leluhur dan berkaitan erat dengan tanah Banten sebagai tanah adat. Seba Gede menjadi ajang besar pertemuan antara warga Baduy dan tiga titik pemerintahan penting di Provinsi Banten yaitu Rangkasbitung, Serang, dan Pandeglang.

Pak Samin juga menjelaskan bahwa sebelum melaksanakan Seba, masyarakat Baduy menjalani rangkaian ritual keagamaan dan adat, yaitu Puasa Kawalu, Ngelaksa, dan Seba. Puasa Kawalu menjadi bentuk penyucian diri, Ngelaksa yaitu upacara adat berkaitan dengan rasa syukur terhadap hasil panen, kemudian Seba sebagai puncak prosesi.

Masyarakat Baduy terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar, yang memiliki perbedaan signifikan dalam pola hidup, cara berpakaian, serta nilai-nilai adat yang dianut. Baduy Dalam mengenakan pakaian putih polos tanpa motif, sedangkan Baduy Luar memakai pakaian serba hitam dengan ikat kepala bermotif, dua warna ini memiliki makna filosofis yang dalam, berkaitan dengan dualitas dalam kehidupan manusia, terdapat larangan-larangan pada masyarakat Baduy, yaitu Baduy Dalam dilarang untuk merokok, mandi menggunakan sabun, dan tidak boleh difoto.

Rumah masyarakat Baduy dibangun tanpa paku, hanya dirakit dari kayu, dan pintunya wajib menghadap utara atau selatan. Baduy Dalam memegang teguh adat, mengenakan pakaian putih polos, dan menggunakan gelang putih sebagai penolak bala, sedangkan Baduy Luar lebih terbuka dan diperbolehkan memakai pakaian berwarna, merokok, dan menggunakan alat modern dalam batas adat.

Masyarakat Baduy sangat menjunjung tinggi adat dan etika, di mana pelanggaran berat seperti mencuri, berzina, atau menaiki kendaraan bermotor dapat dihukum dengan pengasingan selama 40 malam ke wilayah Baduy Luar untuk bertobat secara spiritual. Mereka memiliki sistem penanggalan adat dan tradisi seperti Seba yang melambangkan penghormatan terhadap alam, leluhur, dan pemimpin.

Baduy Dalam sangat membatasi interaksi dengan dunia luar, termasuk larangan mengambil foto atau video demi menjaga kesakralan, sementara Baduy Luar lebih terbuka terhadap wisata budaya. Setelah Seba, masyarakat kembali menjalani siklus bertani sebagai wujud harmoni dengan alam.

 

Penulis: Usni/BU

Editor: Raffa/BU

Tag: bantenDesa KanekesJejal BudayaKabupaten Lebakkearifan lokalLeluhurSeba BaduySoftnews bidikutamasuku baduyTradisi
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Perempuan di Titik Nol, Perlawanan Terhadap Kekuasaan Patriarki

Pos Selanjutnya

Bentuk Karakter Disiplin Lewat Militer, Dedi Mulyadi Tuai Kritikan

BERITA TERKAIT

Zero Post sebagai Identitas Digital Gen Z

Zero Post sebagai Identitas Digital Gen Z

22 Apr. 2026
1
Mahasiswa VS Doomscrolling, Antara Kebiasaan Santai Hingga Dampaknya

Mahasiswa VS Doomscrolling, Antara Kebiasaan Santai Hingga Dampaknya

13 Apr. 2026
34
Pos Selanjutnya
Bentuk Karakter Disiplin Lewat Militer, Dedi Mulyadi Tuai Kritikan

Bentuk Karakter Disiplin Lewat Militer, Dedi Mulyadi Tuai Kritikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Geger Banten Desak UU Cipta Kerja Dicabut

Geger Banten Desak UU Cipta Kerja Dicabut

6 Okt. 2020
313
Ini Progres Terkini Penyesuaian UKT

Ini Progres Terkini Penyesuaian UKT

25 Jul. 2020
725

Berita Populer

Untirta Resmi Tetapkan DO Pelaku KS Terduga Mahasiswa FEB

Untirta Resmi Tetapkan DO Pelaku KS Terduga Mahasiswa FEB

16 Apr. 2026
89
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.8k
DPM FEB Untirta Tegaskan Pelaku Pelecehan Bukan Anggota Aktif

DPM FEB Untirta Tegaskan Pelaku Pelecehan Bukan Anggota Aktif

1 Apr. 2026
243
Terjadi Lagi, Smart Gate Untirta Error Sebabkan Antrean Panjang

Terjadi Lagi, Smart Gate Untirta Error Sebabkan Antrean Panjang

16 Apr. 2026
46
Bahas Ketahanan Pangan, Himagron Untirta Gelar Pertemuan Wilayah II

Bahas Ketahanan Pangan, Himagron Untirta Gelar Pertemuan Wilayah II

19 Apr. 2026
32
Sekolah Inklusi Menolak Siswa Disabilitas, Dimana Letak Keadilan?

Sekolah Inklusi Menolak Siswa Disabilitas, Dimana Letak Keadilan?

2 Jul. 2025
458

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio