Bidikutama.com — Di sela waktu istirahat setelah mengerjakan tugas, ponsel sering kali menjadi pelarian mahasiswa. Tanpa disadari, aktivitas menggulir media sosial secara terus-menerus atau doomscrolling mulai menjadi kebiasaan yang memengaruhi kondisi fisik dan pola pikir. Senin (13/4)
Berdasarkan penjelasan halodoc.com, Doomscrolling adalah tindakan menggulir menjelajahi media sosial atau sumber berita online lainnya, untuk mencari informasi yang baik maupun buruk. Tindakan dari doomscroling ini bahkan bisa membuat seseorang merasa sedih atau khawatir.
Salimah Zakia, mahasiswi Program Studi (Prodi) Manajemen Untirta, mengaku biasanya menggunakan media sosial pada malam hari setelah menyelesaikan aktivitas kuliah. Ia menyebut waktu satu hingga dua jam sebelum tidur sering dihabiskan untuk menggulir layar ponsel.
“Biasanya satu sampai dua jam sebelum tidur, biar ngantuk,” ujarnya.
Namun, kebiasaan tersebut berdampak pada kondisi fisiknya yakni mengalami kelelahan mata dan sakit kepala yang memengaruhi konsentrasinya saat mengikuti perkuliahan di pagi hari hingga paparan konten negatif juga memengaruhi cara pandangnya.
“Otak kita nangkap realita dari apa yang paling sering kita lihat di media sosial,” jelasnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Muhamad Nabil, mahasiswa Prodi Teknik Informatika Untirta. Ia mengaku terkadang merasa melihat berita tertentu cukup berpotensi mengkhawatirkan, meski biasanya berhenti menggunakan media sosial saat merasa bosan.
“Mungkin iya, bagi orang yang gampang dipengaruhi,” katanya.
Keduanya sepakat bahwa sikap bijak dalam menggunakan media sosial menjadi hal penting. Salimah menekankan perlunya mengontrol diri serta lebih selektif dalam memilih konten yang dikonsumsi.
“Jangan langsung percaya, cek dulu kebenarannya,” tambahnya.
Reporter: Titi /BU
Penulis: Sairah /BU
Editor: Rhamaditya /BU










