Bidikutama.com – Gaza Solidarity Flotilla (GSF) meluncurkan misi kemanusiaan terbesar dalam sejarah untuk mematahkan blokade Gaza. Upaya pengiriman bantuan melalui jalur laut ini kembali menyita perhatian dunia, lebih dari 40 kapal dan 500 relawan dari 44 negara terdiri atas aktivis, pengacara, hingga anggota parlemen turut ambil bagian dalam konvoi tersebut. Rabu (8/10)
Namun, upaya tersebut kembali mengalami hambatan, beberapa kapal relawan di cegat oleh militer Israel. Salah satunya kapal kapal Handala, yang dicegat di Laut Tengah saat membawa relawan internasional dan logistik bagi warga Gaza.
Dilansir dari BBC Indonesia, Pihak GSF menegaskan melalui akun instagramnya bahwa tindakan ini bukti seberapa jauh penjajah bertindak dalam penjajahannya, misi tidak boleh berhenti ditengah jalan. Kapal Handala dikabarkan diserbu oleh militer Israel di Laut Tengah, komunikasi dengan kapal sempat terputus beberapa saat sebelum dikonfirmasi bahwa kapal dan seluruh awaknya telah ditahan oleh pasukan Israel.
Dilaporkan oleh juga oleh Detik.com, insiden penangkapan kapal Handala terjadi di perairan internasional dan menambah daftar panjang upaya pengiriman bantuan kemanusiaan yang terhambat. Sementara itu, komunitas internasional tengah mengkaji langkah diplomatik untuk memastikan pembebasan para relawan dan kelanjutan distribusi bantuan kemanusiaan.
“Sekitar pukul 20.30 waktu Gaza (17.30 GMT), beberapa kapal Armada Global Sumud, termasuk Alma, Sirius, dan Adara, dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh pasukan pendudukan Israel di perairan internasional,” kata armada tersebut.
Adapun militer Israel menyebut bahwa kapal tersebut telah melanggar perbatasan maritim dan diarahkan menuju pelabuhan Ashdod untuk pemeriksaan lebih lanjut guna keamanan. Respon positif datang dari berbagai organisasi kemanusiaan dunia yang mendukung langkah GSF dalam mengirimkan bantuan tersebut dan sejumlah aktivis juga berharap adanya perlindungan hukum internasional dan jaminan keselamatan bagi para relawan.
Sementara itu, dikutip dari inews.id, sebanyak sembilan kapal yang dibawah naungan Freedom Flotilla Coalition (FFC) telah berada di 277 kilometer dari pantai jalur Gaza, yang berarti armada kapal tersebut semakin mendekati perairan saat militer Israel menyerang misi GSF.
Diketahui pula, terdapat sebanyak 100 orang yang berada dalam konvoi tersebut dan penyelenggara misi FFC yang bernama Thousand Madleens telah menyatakan kapal-kapalnya telah mendekati zona merah seraya meminta dukungan internasional.
“Armada kami kini berada dalam jarak 150 mil laut dari pantai Gaza, mendekati zona dimana misi-misi FFC Global Sumud Flotilla sebelumnya menghadapi serangan Israel,” bunyi pernyataan FFC, dalam pernyataan di Telegram, dikutip dari inews.id.
Penulis: Bryan P/BU
Editor: Nadira/BU











