Bidikutama.com – Bahasa terus berkembang seiring kemajuan zaman, termasuk dalam fenomena kebahasaan yang dialami Generasi Z (1997–2012) yang lahir di tengah pesatnya teknologi dan globalisasi. Generasi ini menciptakan tren baru dalam penggunaan bahasa gaul atau slang, yang mewarnai komunikasi sehari-hari, konten digital, serta media sosial, namun juga memunculkan kekhawatiran terhadap potensi kerusakan Bahasa Indonesia. Kamis (5/12)
Bahasa gaul mencerminkan kreativitas generasi muda dengan menghadirkan istilah-istilah seperti “santuy” (santai), “receh” (humor ringan), dan “healing” (berlibur), yang kini viral dan digunakan dalam percakapan sehari-hari. Istilah-istilah ini sering lahir dari plesetan kata, adopsi bahasa asing, atau campuran antara Bahasa Indonesia dan bahasa lain, seperti fenomena “Bahasa Jaksel”.
Gen-Z turut memanfaatkan singkatan, emoji, dan meme sebagai bagian dari komunikasi mereka. Bahasa gaul digunakan tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai alat untuk menunjukkan identitas, menciptakan keakraban, dan menyampaikan humor secara santai dan informal.
Meskipun bahasa gaul memperkaya kosakata dan membuat komunikasi lebih praktis, penggunaannya yang dominan dapat mengganggu pemahaman tata bahasa formal. Banyak istilah dari bahasa asing, seperti “ghosting”, “vibes”, dan “flexing” berpotensi mengurangi penghargaan terhadap kosakata asli Bahasa Indonesia dan menciptakan jarak generasi, di mana orang tua sulit memahami istilah-istilah baru.
Penting bagi Gen-Z untuk mempertahankan Bahasa Indonesia di tengah tantangan ini, dengan pendidikan bahasa yang relevan dan mendukung keseimbangan antara bahasa formal dan gaul. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik melalui kampanye inovatif dan menarik.
Bahasa lokal juga harus dilestarikan dengan mengenalkannya kepada generasi muda melalui aplikasi digital dan konten kreatif. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan tokoh masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keaslian Bahasa Indonesia melalui kampanye, lomba, atau konten digital.
Bahasa gaul adalah bagian dari evolusi bahasa yang mencerminkan dinamika masyarakat, namun penting untuk menjaga keseimbangan agar tidak merusak akar bahasa kita. Gen-Z dapat merayakan kreativitas bahasa gaul sambil menjaga Bahasa Indonesia sebagai simbol identitas nasional melalui pendekatan yang bijak dan seimbang.
Penulis : Shaqila Ramadhania/Mahasiswi Ilmu Komunikasi Untirta
Editor : Annisa M/BU











