• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Sabtu, 10 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Akademik Opini

Jadi Provinsi Tidak Bahagia, Banten Dikelilingi Segudang Masalah

10 Jun. 2024
pada Opini, Sudah Tahukah?
0
Jadi Provinsi Tidak Bahagia, Banten Dikelilingi Segudang Masalah

Sumber : Dokumen Pribadi

462
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Beberapa waktu lalu, pembahasan provinsi paling tidak bahagia menjadi marak diperbincangkan dan mendapat berbagai respon dari masyarakat. Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada berita CNN, Banten jadi provinsi paling tidak bahagia nomor 1. Senin (10/6)

Data yang dilansir dari BPS ini memiliki indikator ketidakbahagiaan tersendiri seperti kepuasaan hidup, perasaan dan makna hidup. Berdasarkan data tahun 2021 jika diurutkan dari bawah, Banten memiliki skor sekitar 68% masyarakat yang tidak puas hidup di Banten.

Meskipun ada provinsi lain yang memiliki skor di atas 70% tingkat ketidakbahagiaannya. Tetapi, tetap saja, Banten menjadi Provinsi yang paling tidak bahagia. Lantas, apa yang membuat Banten menjadi provinsi paling tidak bahagia jika diukur dari 3 indikator tadi? Dari banyaknya Kota, Kabupaten, dan Kecamatan, mari lihat ke titik utama yaitu Kota Serang sebagai Ibukota.

Sebagai masyarakat yang tinggal di Banten, hal ini justru jadi pertanyaan, mengapa Kota Serang bisa menjadi Ibukota? Jika dilihat dari infrastruktur jalan saja, rasa-rasanya masih banyak kendaraan yang sering mengalami kecelakaan tunggal yang disebabkan oleh jalan berlubang dan bergelombang. Bahkan, Penerangan Jalanan Umum (PJU) masih banyak yang tidak menyala di pusat kota. Kemudian fasilitas umum seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang tidak layak untuk dilalui kucing, bisa saja kaki kucing yang lewat tersangkut di lubang yang ada di hampir semua anak tangga.

Alun-alun yang tidak terawat dengan baik justru makin hari makin terlihat seperti bangunan untuk uji nyali. Plafon yang tidak pernah diganti berjamur yang keropos dimakan usia tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, bagaimana jika atap bangunan roboh saat banyak orang dibawahnya? Belum lagi trotoar yang seharusnya digunakan orang untuk berjalan justru digunakan para pedagang untuk membuka lapak jualan.

Bukan hanya pedagang, trotoar di Kota Serang bahkan dihalau oleh Pos Pol Pamong Praja (PP). Hal ini sudah pasti mengganggu aktivitas pengguna jalan karena mereka bahkan tidak bisa melewati jalan tersebut karena dipadati pedagang. Pemasangan kursi di trotoar jalan pun rasanya tidak berguna karena sudah banyak yang mengalami kerusakan parah, hingga saat ini tidak mendapatkan perbaikan dari pihak berwenang.

Masih permasalahan fasilitas umum, transportasi umum yang ada di Kota Serang dapat dikatakan sangat kurang layak untuk digunakan. Hanya ada 2 pilihan transportasi umum yang bisa digunakan, yaitu angkot dan ojek, itupun dengan kondisi kendaraan yang kurang layak dan tarif yang mahal.

Dinas Pariwisata meluncurkan hanya 1 odong-odong yang hanya bisa diakses wisatawan, lalu bagaimana dengan rakyat?
Lebih jauh lagi dibandingkan infrastruktur, pendidikan di Banten pun masih banyak yang bisa dikatakan tidak layak.

Bagaimana muasalnya sekolah ambruk secara tiba-tiba jika tidak ada kerusakan parah yang dibiarkan? Kasus ini terjadi di MTsN 5 dan SMPN 6 Kabupaten Lebak yang jaraknya hanya 2 jam dari Kota Serang. Itu baru 2 kasus infrastruktur yang terekspos media, lalu bagaimana dengan kualitas pendidikannya?

Di Tangerang, ada sejumlah sekolah yang disinyalir melakukan pungutan liar kepada orang tua siswa baru dengan label ‘uang kursi’. Belum lagi kini banyak sekolah yang mewajibkan siswanya untuk membeli seragam dari koperasi sekolah yang harganya bisa dua kali lebih mahal dibandingkan toko seragam di luar. Termasuk pembelian modul pembelajaran yang dipaksa secara halus oleh pihak sekolah, padahal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sendiri sudah memberikan amanat alokasi 20% dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk keperluan modul pembelajaran.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten mengatakan bahwa angka stunting di Banten turun menjadi 20% dari tahun sebelumnya yaitu 24%. Faktanya, masih banyak masyarakat Kota Serang yang tinggal (tidur, hidup, dan makan) dengan hasil memulung.

Kemudian lingkungan sekitar yang tidak layak dengan bangunan semi-permanen berjejer seperti pajangan di sudut kota ini. Bahkan, di Kecamatan Kasemen masih banyak masyarakatnya yang menggunakan air saluran irigasi untuk mandi, mencuci baju, bahkan mengambil air dari aliran yang sama dan bercampur sampah basah.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dianggarkan pada tahun ini sebesar Rp11,73 Triliun. Namun, sudah hampir satu tahun semenjak disahkannya proposal proyeksi APBD Provinsi Banten masih banyak infrastruktur, fasilitas umum, pendidikan dan kesehatan yang belum terlihat membaik.

Tidak adanya kepuasan dan motivasi hidup masyarakat di Banten sudah jelas disebabkan oleh apa. Seharusnya Pemerintah mampu menganalisa keperluan pembangunan yang memiliki urgensi tinggi seperti infrastruktur yang memadai terlebih dahulu dengan keamanan yang terjamin.

 

Penulis : Ipah Alya F/Mahasiswi Ilmu Komunikasi Untirta
Editor: Rani/BU

Tag: bantenBerita Mahasiswaberita untirtamasalahopini mahasiswaProvinsi tidak bahagia
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Sambut Libur Semester, Untirta Kembali Hadirkan Semester Antara

Pos Selanjutnya

Mahasiswa FH Adakan Sosialisasi Percepatan Pendaftaran Tanah

BERITA TERKAIT

Kemenkes Deteksi 62 Kasus Influenza A (H3N2) Subclade K di Indonesia

Kemenkes Deteksi 62 Kasus Influenza A (H3N2) Subclade K di Indonesia

10 Jan. 2026
11
Denda Rp109 Triliun Belum Cukup Tanpa Reformasi Hukum Kuat

Denda Rp109 Triliun Belum Cukup Tanpa Reformasi Hukum Kuat

31 Des. 2025
36
Pos Selanjutnya
Mahasiswa FH Adakan Sosialisasi Percepatan Pendaftaran Tanah

Mahasiswa FH Adakan Sosialisasi Percepatan Pendaftaran Tanah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Ikuti Festival Teater Nasional, Kafe Ide Masuk Dua Nominasi

Ikuti Festival Teater Nasional, Kafe Ide Masuk Dua Nominasi

18 Mei. 2015
75
KPUM FKIP Gelar Pemaparan Visi Misi Pasangan Calon BEM

KPUM FKIP Gelar Pemaparan Visi Misi Pasangan Calon BEM

12 Des. 2025
37

Berita Populer

Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
3.3k
Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

10 Jan. 2026
66
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
290
Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

23 Nov. 2023
2.2k
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.2k
Kenali Unsur-Unsur Kebudayaan yang Dimiliki Masyarakat Baduy

Kenali Unsur-Unsur Kebudayaan yang Dimiliki Masyarakat Baduy

4 Mar. 2024
2k

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio