Bidikutama.com – Pemilihan Umum (Pemilu) seringkali meninggalkan perpecahan ditengah masyarakat, terutama ketika perbedaan pandangan politik menghasilkan ketegangan yang mendalam. Namun, di tengah semua perbedaan itu, ada satu hal yang dapat menyatukan masyarakat kembali yaitu rasa cinta pada sepak bola tanah air. (26/4)
Tim Nasional (Timnas) sepak bola Indonesia menjadi panggung dimana kita dapat meninggalkan perbedaan kita dan bersatu sebagai satu bangsa, dengan satu tujuan bersama. Hal tersebut terlihat saat Indonesia membuat sejarah dengan melaju ke semifinal Piala Asia U-23 setelah menumbangkan Korea Selatan melalui babak adu penalti dengan skor 11-10 di Stadion Abdullah bin Khalifa di Doha, Qatar, pada Kamis (24/4). Kemenangan Timnas U-23 tersebut sebagai angin segar dalam ketegangan pasca pemilu 2024, ketika timnas beraksi di lapangan warna warni politik dan perbedaan pandangan seketika menghilang, digantikan oleh semangat nasionalisme yang bangga dan bersatu mendukung timnas Indonesia.
Pasca Pemilu 2024, Ketika masyarakat masih terpecah belah oleh perbedaan politik, sepak bola dapat menjadi jembatan untuk mempersatukan kita semua. Melalui sorotan media, pertandingan sepak bola menjadi ruang dimana kita dapat menyatukan diri dalam semangat persatuan dan memberikan dukungan bersama. Bukan lagi melihat satu sama lain sebagai lawan politik, tetapi kita melihat satu sama lain sebagai sekutu yang berjuang bersama untuk kesuksesan sepak bola Indonesia.
Hal tersebut sesuai dengan kutipan Nelson Mandela, pada acara perdana Laureus World Sports Award tahun 2000. “Olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Ia memiliki kekuatan untuk menginspirasi. Ia memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Ia berbicara kepada generasi muda dalam bahasa yang mereka pahami. Olahraga dapat menciptakan harapan yang sebelumnya hanya ada keputusasaan. Olahraga lebih kuat dibandingkan pemerintah dalam mendobrak hambatan rasial,”
Akan tetapi, penting untuk diingat bahwa sepak bola bukan solusi akhir untuk mengatasi masalah perpecahan di Indonesia. Sepak bola tidak dapat digunakan sebagai pengalihan Isu atas segala problematika yang terjadi di Indonesia saat ini. Seperti yang terjadi pada Argentina saat Memenangkan Piala Dunia 2022 pada saat itu negara tersebut mengalami krisis ekonomi yang mana Sekitar 40% dari 45 juta jiwa penduduk Argentina tinggal dibawah garis kemiskinan dan devaluasi mata uang yang membuat mereka tambah menderita.
Oleh karenanya dibutuhkan peran pemerintah dan masyarakat umum untuk menyatukan diri dalam semangat persatuan dalam mengatasi perbedaan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kokoh terlebih dalam menyambut Indonesia Emas 2045.
Penulis : Ricci Otto F Sinabutar/Mahasiswa Fakultas Hukum Untirta
Editor : Adzika/BU











