Gerbang Belakang Ditutup, Mahasiswa Mengeluh

Gerbang Belakang Ditutup, Mahasiswa Mengeluh

0 576
Parkiran liar di gerbang belakang sebabkan akses jalan menjadi terhambat dan menjadi pertimbangan ditutupnya gerbang belakang tersebut. Rabu (22/6) (Aya/BU)

Bidikutama.com - Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang umumnya bertempat tinggal atau ngekos di belakang kampus Untirta pasti tidak asing dengan gerbang belakang kampus. Sejak 26 Juni 2016 gerbang tersebut resmi ditutup karena banyakannya pengendara motor yang parkir disekitar gerbang. Sehingga ini membuat akses wilayah tersebut menjadi tersendat.

 Adapun alasan yang membuat pengendara memarkirkan kendaraannya yaitu karena sudah tidak bolehnya mahasiswa untuk parkir didalam kampus Untirta. Dan jauhnya akses parkiran yang dikelola oleh Citra Parking. Akhirnya sebagian mahasiswa pun memilih untuk memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dekat gerbang belakang.

Melihat hal tersebut, Kepala Bagian Biro Umum Keuangan dan Kepegawaian (Kabag BUKK), Deden Hermawan menanggapi hal ini. Menurutnya penutupan gerbang belakang dikarenakan adanya somasi dari warga sekitar.

 “Untuk saat ini gerbang belakang kami tutup, karena adanya somasi dari warga komplek yang mengeluh akses jalan menjadi terhambat dan sering kali tidak bisa gerak kendaraan mereka karena hampir setengah jalan ditutup oleh kendaraan yang parkir.” jelasnya Rabu (7/9).

Deden juga menambahkan bahwa pernyataan gerbang belakang akan dibeton itu tidak benar karena pintu belakang bisa digunakan untuk pintu darurat sewaktu-waktu diperlukan. Dan untuk permasalahan akan dibuka kembali atau tidak pihaknya akan membuka gerbang tersebut asal ada komitmen dengan mahasiswa sendiri.

 “Kita akan membuka kalau mahasiswanya tertib, ya kalau belum tertib tidak akan dibuka. Atau ada komitmen dari mahasiswa, misalkan mahasiswa untirta tidak akan parkir di gerbang belakang lagi saya akan buka. Bentuk komitmennya yaitu dalam bentuk surat pernyataan atas nama mahasiswa di tanda tangani oleh ketua BEM” tuturnya ketika ditemui diruang kerjanya di gedung rektorat Untirta.

 Salah satu mahasiswa yang menyayangkan ditutupnya gerbnag belakang adalah Imas Andriani. Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). “Jadi jauh buat ke kampus yg harusnya deket lewat belakang malah harus kedepan lewat gerbang depan buat ke kampus kalau dari kosan,” ujarnya.

Penulis : Aya, Lira/BU

Editor : Kafafi/BU

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply