Bidikutama.com – Saat ini semakin banyak mahasiswa yang memilih membiarkan feeds instagram mereka kosong, sebuah pola yang dikenal sebagai “zero post”, dan mulai beralih ke story serta reels sebagai cara utama berinteraksi. Profil instagram yang umumnya dianggap sebagai tampilan identitas pengguna, Gen Z justru memililih enggan mengunggah apapun di akun instagramnya. Rabu (22/4).
Dilansir dari laman The Print, zero post merupakan kondisi pada pengguna media sosial yang semakin jarang atau bahkan tidak mengunggah kegiatannya di platform media sosial dan memilih untuk menyembunyikan kehidupan pribadinya.
Nafila, mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Untirta, mengaku dirinya termasuk salah satu pengguna dengan zero post. la mengatakan saat ini lebih sering menggunakan Instagram hanya untuk mengunggah story atau sekadar menonton reels.
“Biasanya pakai Instagram cuma buat story, kegiatan dan lebih suka dengan tampilan yang simple,” ujarnya.
la juga mengaku sempat menghapus unggahan lama untuk menampilkan tampilan profil yang minimalis, di mana fitur story yang bersifat sementara menjadi salah satu alasan utama banyak orang untuk mulai meninggalkan feed.
“Story lebih fleksibel karena hanya 24 jam, jadi orang juga tidak terlalu terbeban soal estetika feed,” jelasnya.
Sementara itu, Amanda, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Untirta, memilih menjadi pengguna zero post karena dengan alasan privasi dan kenyamanan.
“Sekarang tidak mau upload foto lagi karena merasa kurang nyaman,” katanya.
Ia juga menilai tekanan sosial bisa menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang tidak mau memposting di feed. Menurutnya merasa tidak nyaman apabila kontennya dilihat oleh orang yang tidak dikenal.
“Di akun utama banyak yang tidak dikenal, jadi agak aneh kalau mereka melihat postingan saya,” jelasnya.
Berbeda dengan pernyataan sebelumnya, Nayla, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi, mengaku keberadaan feed tidak terlalu berpengaruh. la memilih mengarsipkan unggahan lama daripada menghapusnya.
“Feed Instagram sekarang tidak terlalu penting dan jarang juga pakai Instagram,” ujarnya.
la menambahkan bahwa keberadaan feed tidak lagi menjadi tolak ukur utama dalam membentuk persepsi orang di sosial media.
“Tidak ada dampak serius, dan tidak terlalu mempengaruhi penilaian orang,” tambah Nayla
Reporter : Ervi/BU
Penulis : Annisa Sekar/BU
Editor : Anindya/BU











